SELASA, 23 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) menghimpun nilai investasi di kota Balikpapan hingga Juli 2016 baru terealisasi Rp1,6 Triliun dari target nilai investasi tahun ini mencapai Rp5 Triliun.


Kepala Badan Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Balikpapan, Alvin Junaidi menjelaskan, kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya yang mempengaruhi perekonomian daerah berdampak pada nilai investasi yang diperoleh daerah. Ini terbukti dengan geliat investor dalam menginvestasikan dari berbagai sektor belum sepenuhnya pulih.

"Dengan kondisi itu, kami juga koordinasi dengan pemerintah provinsi. Kami akan rapat evaluasi apa saja penyebabnya karena kondisi ini mulai dirasakan tahun lalu," ungkapnya Selasa, (23/8/2016).

Menurutnya, kondisi tersebut juga dialami daerah lainnya di Indonesia. Kendati begitu lanjutnya, Pemerintah Kota Balikpapan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan investasi.

"Selama ini investasi yang paling menjanjikan ada dibidang properti disusul perdagangan, jasa dan investasi lainnya. Properti khususnya di rumah sederhana yang menjadi program Presiden juga mendorong laju investasi di kota ini," beber Alvin.

Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan investasi yakni dengan meluncurkan program pengurusan perizinan secara online.

"Jadi kalau mereka yang sibuk untuk mengurus ijin bisa lewat online lebih mudah. Bahkan untuk perpanjangan SIUP TDP sudah jalan hanya satu jam," tambah Alvin.

Pengurusan perizinan melalui online ini mempermudah investor dan pengusaha dalam pengurusan perizinan.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: