SELASA, 9 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Pemerintah Kabupaten Sleman terus menggalakkan penggunaan zat pewarna alami bagi produk batik dan lurik yang merupakan produk ekonomi kreatif khas dari Sleman. Lebih dari 500 pengrajin batik dan lurik tersebar di wilayah Sleman telah dipetakan untuk dibina dan dikembangkan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi dan asosiasi pengrajin.

Ayu Laksmidewi, Kadisparbud Sleman
Batik dan lurik merupakan salah satu produk khas daerah Sleman yang keberadaannya kini mulai dibina untuk bisa beralih dari penggunaan zat pewarna sintetis ke zat pewarna alami. Tak hanya dibina dari segi teknis penggunaan zat pewarna alami, para pengrajin juga didampingi dalam upaya memasarkan produk-produknya.

"Berbagai upaya pembinaan dan pendampingan itu perlu dilakukan, mengingat kerajinan batik dan lurik yang masih dikerjakan dalam skala kecil di sejumlah sentra pengrajin batik di Sleman merupakan salah satu pendorong bagi pertumbuhan ekonomi kreatif yang mampu menyerap banyak tenaga kerja" ujar Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (9/8/2016).

Selain sebagai pendorong bagi tumbuhnya ekonomi kreatif di wilayah Sleman, Ayu mengatakan, jika ekonomi kreatif saat ini juga dipandang penting dalam upaya pengembangan sektor pariwisata. Ekonomi kreatif, katanya, bisa menjadi pintu masuk dunia parisiwata. Karenanya, batik dan lurik sebagai salah satu produk ekraf khas Sleman, saat ini terus diperkenalkan secara lebih luas.

Untuk itu, kata Ayu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sleman setiap tahun menggelar sebuah even besar guna memasarkan produk para pengrajin batik di Sleman, melalui sebuah festival batik dan lurik bertajuk Sleman Fashion Festival. Melalui festival yang tahun ini akan segera digelar pada 13-14 Agustus di Obyek Wisata Jogjabay, jelas Ayu, masyarakat akan lebih mengenal batik dan lurik sebagai produk unggul yang ramah lingkungan.

Dengan menyasar peserta dari pelajar Sekolah Menengah Atas dan masyarakat luas, festival batik lurik juga menjadi media pelestarian batik dan lurik sebagai kerajinan lokal yang sebenarnya memiliki daya saing yang tinggi. Maka, dengan kegiatan tersebut, ungkap Ayu, rasa cinta terhadap produk dalam negeri juga semakin tinggi dan kecuali itu juga mampu menarik jumlah kunjungan wisatawan di Sleman. 

"Tentu, dari gelaran ini kita juga menargetkan tercipatanya jaringan kerjasama antara pengrajin batik lurik dengan pelaku industri fashion", pungkasnya. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: