RABU, 31 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan kedua terkait dengan perkara kasus dugaan suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) rencana Proyek Reklamasi Pulau-pulau di sekitar kawasan Pantai Utara Jakarta yang digelar di ruang sidang Mr. Koesoemah Atmadja 2, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Topikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu  (31/8/2016).


Keempat saksi yang dihadirkan dalam persidangan dengan terdakwa Muhammad Sanusi tersebut masing-masing diantaranya adalah Saefullah Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kemudian Tuti Kusumastuti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian saksi berikutnya yang juga dihadirkan dalam persidangan adalah Gamal Sinurat Asisten Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta dan yang terakhir adalah Vera Revina Sari, Kepala Biro Tata Kota dan Lingkungan Hidup Sekretaris Provinsi DKI Jakarta. Keempatnya tampak terlihat duduk bersama di kursi persidangan sebagai saksi untuk terdakwa Mohammad Sanusi.

Mereka secara bergantian menjawab dan memberikan keterangan yang diperlukan dalam persidangan. Satu persatu dari keempat saksi tersebut memaparkan kronologis terkait dengan seputar pembahasan peraturan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta.


Sebelumnya diberitakan, terdakwa Mohammad Sanusi telah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  dengan sangkaan menerima uang suap senilai 2 miliar Rupiah yang diduga sebagai "pelicin" terkait dengan rencana proses pembahasan Raperda rencana Reklamasi 17 Pulau Teluk Jakarta.


Menurut penyidik KPK, uang tunai senilai 2 miliar Rupiah tersebut berasal dari Ariesman Widjaja, belakangan diketahui sebagai Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (APL). Sedangkan sebagai pihak perantara pemberi suap adalah Trinanda Prihantoro, yang tak lain adalah karyawan PT. APL, anah buah Ariesman Widjaja.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: