RABU, 24 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Gelaran tahunan berkaitan dengan dunia wisata di Lampung kembali digelar dengan adanya Festival Krakatau 2016 yang mulai digelar dengan beragam kegiatan dari 21-28 Agustus 2016 di beberapa tempat di Provinsi Lampung diantaranya di kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan serta kepulauan Gunung berapi Krakatau diantaranya Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku. Menurut Sekeretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara, tema Festival Krakatau pada tahun 2016 bertajuk "Lampung The Treasure of Sumatera" yang bertujuan untuk mempromosikan keindahan dan daya tarik wisata yan terdapat di Lampung.


Ia mengungkapkan, beberapa potensi wisata yang ada di Lampung dan akan diperkenalkan kepada pecinta wisata diantaranya kekayaan alam dan kekayaan budaya Lampung. Selain memperkenalkan kepada masyarakat luas, bagi masyarakat Lampung memberikan kebanggaan terkait adanya daya tarik wisata yang menjadi keunikan dan kekhasan yang tak dimiliki oleh daerah lain.

"Salah satu identitas Lampung dengan bukti sejarahnya adalah Gunung Krakatau yang menjadi warisan dunia dan hingga saat ini masih bisa dilihat dan dikunjungi di Selat Sunda," ungkap Ukus Kuswara kepada media, Rabu (24/8/2016).

Ia mengungkapkan Festival Krakatau yang sudah digelar sejak tahun 1991 dan tahun ini digelar ke 25 kalinya bertujuan untuk mempromosikan wisata dan budaya serta memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883. Beberapa destinasi wisata yang akan bisa dikunjungi oleh wisatawan pada Festival Krakatau ke-25 ini diantaranya Pulau Pahawang, Gunung Krakatau, Air terjun Putri Malu, Taman Nasional Way Kambas dan banyak destinasi wisata di Lampung. Berbagai tempat yang bisa dikunjungi pada Festival Krakatau 2016 diantaranya memiliki keunikan sendiri diantarnya Teluk Kiluan dengan lumba-lumba, serta berbagai keunikan lain.


Selain itu kegiatan lain bisa dinikmati masyarakat umum diantaranya Jelajah pasar seni, jelajah layang layang, jelajah rasa (Festival Kuliner), Jelajah Krakatau, Jelajah Semarak Budaya (lampung Culture and Tapis Carnival) serta Investor Summit (Gala Dinner).

Protes dari Beberapa Kalangan di Jejaring Sosial

Perhelatan Festival Krakatau yang dari tahun ke tahun diselenggarakan sebagai agenda tahunan yang selalu diselenggarakan di Kabupaten Lampung Selatan sebagai kabupaten yang berada di dekat Gunung Krakatau kini digelar di Bandar Lampung. Kondisi tersebut membuat sejumlah pegiat wisata di Lampung Selatan salah satunya grup di jejaring sosial Facebook yang menuliskan kekecewaan terkait tidak dilibatkannya Kabupaten Lampung Selatan dalam kegiatan tersebut. Grup dengan nama Wisata Lampung Selatan tersebut bahkan menuliskan surat tebuka kepada pemerintah Provinsi Lampung yang isinya sebagai berikut:

Yang Cinta Lampung Selatan Tolong sebarkan agar dibaca oleh para petinggi Negri!

Surat Terbuka untuk gubernur Lampung dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung.

Assalamualaikum Wr.Wb.
Tabik Pun..
Bapak Gubernur dan Ibu Kepala Dinas Yang Terhormat, saya menuliskan ini mewakili kesedihan dan kekecewaan Masyarakat Lampung Selatan dengan tidak di Libatkannya Kabupaten Kami dalam acar yang membanggakan ini.
Festival Krakatau yangs etiap tahun berlangsung dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah Lampung, tapi apakah Bapak dan Ibu Lupa kalau Gunung Krakatau itu ada di Kabupaten Lampung Selatan dan merupakan kebanggan kami.

Bapak dan ibu yang terhormat, Lampung Selatan mempunyai banyak pantai yang indah, air terjun yang mempesona dan pulau pulau yang mendunia.
Mohon jelaskan kepada kami kenapa Lampung Selatan tidak diikutsertakan dalam festival Krakatau.

Wassalamualikum Wr.Wb

Surat terbuka tersebut mendapat respon dari beberapa netizen dengan sebanyak 185 like, serta 93 kali dibagikan dengan beragam komentar. Beberapa netizen membantah tidak dilibatkan karena berdasarkan keikutsertaan Lampung Selatan tetap dilibatkan diantaranya akun Aden Yogha yang mengomentari: Tidak diikutkan dalam hal apa ini admin? Kalau pawai budaya, lamsel sudah ada wakilnya.  Beragam komentar lain juga meyakinkan netizen bahwa festival tersebut tetap melibatkan Lampung Selatan.


Salah satu kekecewaan warga Lampung Selatan lain diantaranya tidak adanya agenda kunjungan ke Museum Krakatau yang ada di Kalianda yang merupakan museum dengan beberapa peninggalan bukti Krakatau. Museum yang ada di Desa Tajimalela Kalianda tersebut seolah justru dilupakan terkait sejarah Krakatau yang dijadikan agenda tahunan tersebut.

Pantauan media Cendana News, meski tidak mengikuti paket perjalanan wisata dalam gelaran Festival Krakatau ke-25 beberapa wisatawan dari berbagai negara masih mengunjungi Gunung Krakatau. Sebagian wisatawan mengunjungi Krakatau dari dermaga Canti Kecamatan Rajabasa dan sebagian dari Anyer Provinsi Banten dengan menggunakan jasa pemandu wisata.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: