RABU, 10 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Firman Subagyo menilai Kebijakan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (UI) yang menggulirkan wacana kenaikan harga jual rokok Rp50 ribu per bungkus tersebut dinilai tidak rasional.


Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa wacana tersebut sangat berpengaruh kepada keberlangsungan industri, ekonomi rakyat dan pendapatan negara.

"Jangan melarang hak asasi seseorang, sebab kalau kita bicara kesehatan, kenapa dia tidak menggalang survei masalah asap mobil,"tegas Firman di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu, (10/8/2016).

"LSM mana pun tidak berhak mengatur harga rokok,"sambungnya.

Firman menyarankan agar lebih baik pusat kajian dan LSM bertemu langsung dengan petani tembakau. Biar lebih tahu resiko atau dampak terhadap apa yang dialami merekajika sampai harga rokok naik begitu saja.

Ia mengatakan, bagaimanapun DPR akan tetap membela kepentingan nasional. Sebab, DPR membuat regulasi untuk memberikan rasa keadilan.

"Regulasi tidak boleh diskriminatif dan kita yang membuat regulasi pun tidak bisa atas tekanan orang lain. Kita yang buat undang-undang, juga langsung disosialisasikan langsung ke masyarakat," tutupnya.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: