RABU, 17 AGUSTUS 2016

BANYUMAS --- Tanggal 16 Agustus 2016 merupakan malam pitulasan, sudah menjadi tradisi pada malam tersebut setiap pemerintah desa dan masyarakat  mengadakan malam tirakatan , bahkan bukan hanya pada tingkatan desa, namun banyak juga yang menggelar acara tersebut di setiap RT maupun RW.


Dalam kegiatan ini dilakukan untuk melakukan refleksi  mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dalam acara tersebut nampak hadir Kisam (90) yang merupakan salah satu saksi sejarah pada masa penjajahan . Acara tersebut diawali dengan pembacaan doa, pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Sudir (70) Selaku Mantan Kades Glempang yang menjabat selama 24 tahun selain itu juga pemberian bingkisan kepada Kisam selaku  saksi sejarah perjuangan bangsa  dalam merebut kemerdekaan dari tangan kolonial Belanda oleh Kades Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Selasa Malam, 16/8/2016.

“Dalam sambutannya Kades Glempang  Warsiti mengatakan bahwa di usia yang ke 71 ini Bangsa Indonesia tak muda lagi, dengan bertambahnya usia tentu menjadikan bangsa Indonesia semakin dewasa dan matang didalam menghadapi persoalan dan tantangan tantangannya" ujar Warsiti.


Untuk mengisi kemerdekaan ini dengan semangat membangun, bahwasanya semangat membangun bukan hanya didasarkan pada pembangunan secara materiil atau fisik saja namun yang lebih utama adalah pembangunan secara mental, pembangunan secara mental merupakan dasar atau pondasi kita sebagai warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Hal ini sangat penting untuk generasi  muda kita “ tambah Warsiti.

“Sementara Muntohar selaku BPD  mengajak kepada generasi muda agar  selalu berpegang teguh pada Pancasila,UUD 45,Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 sehingga cita cita bangsa Indonsia untuk mencapai masyarakat Adil dan Makmur tercapai, Bahwasanya bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban kita melakukan malam tirakatan, namun benar benar menghayati makna perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendiri bangsa ini, Berkat jasa jasa mereka hari ini kita bisa berkumpul bersama di bumi Indonesia“ tegas Muntohar.(Yusfi Wawan Sepriyadi).
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: