SELASA, 16 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Yogyakarta, mengimbau agar para pendaki yang hendak menggelar Upacara Bendera 17 Agustus 2016 di Gunung Merapi tetap waspada dan mematuhi imbauan yang ada. Pasalnya, kendati aman untuk menggelar kegiatan, namun sejumlah kawasan di Gunung Merapi merupakan batuan muda yang mudah longsor dan licin.


Ribuan warga pencinta alam direncanakan hendak menggelar upacara bendera peringatan ke-71 kemerdekaan RI di puncak Gunung Merapi. Terkait hal itu, BTNGM Yogyakarta mengingatkan, agar para pendaki tetap mematuhi imbauan dari sejumlah dinas terkait, guna menekan resiko sekecil mungkin. BTNGM sendiri telah membatasi jumlah pendaki maksmimal sebanyak 2.500 orang.

Kepala BTNGM Yogyakarta, Edi Sutiyarto mengatakan, pembatasan jumlah pendaki tersebut untuk menghindari berjubelnya pendaki di rute pendakian dan di lokasi digelarnya upacara bendera, yang bisa saja menyebabkan kecelakaan dan menjaga ekosistem di sepanjang jalur pendakian.

"Selain itu, BTNGM juga hanya membolehkan pendakian hingga di Pasar Bubrah di ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut,"ditemui Selasa (16/8/2016).

BTNGM pun telah memasang lima buah papan larangan mendaki hingga puncak. Menurut Edi, pelarangan itu karena kawasan di sekitar puncak Gunung Merapi merupakan batuan muda yang mudah longsor. Juga kemungkinan terjadinya letusan freatik.

Sementara itu, jalur pendakian juga hanya diperbolehkan melalui Jalur New Selo yang berada­di wilayah Kabupaten­ Boyolali, Jawa Tengah. Sedangkan untuk lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan, BTNGM mengerahkan sejumlah tim keamanan melibatkan Tim Sar dari Klaten dan Boyolali serta sejumlah relawan.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: