KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Guna meningkatkan gairah membaca, menulis dan mengemukakan gagasan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), di Jalan Sukarno, Kota Bandung, pada Kamis (18/8/2016). Gerakan ini akan diterapkan di setiap jenjang pendidikan di Kota Bandung. 


Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana menyampaikan, gerakan ini sebagai salah satu upaya memberdayakan peserta didik. Ia menilai perkara literasi adalah persoalan penting yang mesti ditingkatkan, khususnya di kalangan pelajar.

"Literasi masuk kedalam lima fokus kita dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung," ujar Elih.

Dewasa ini sudah memasuki zaman digital. Artinya masyarakat tak melulu membaca melalui media buku. Justru dengan kemudahan akses internet masyarakat kian gampang mendapatakan informasi. 

Ia sampaikan, pihaknya tak melarang bilamana para pelajar mencari ilmu dari media internet. Hanya saja perlu diseimbangkan pula  dengan membaca dari buku.

"Buku juga penting dibaca karena buku lebih terstruktur isinya lebih terpilih dan kontennya juga tentu sudah diklarifikasi banyak pihak, sehingga banyak nilai yang ditanamkan melalui buku, kita imbangkan itu," paparnya.

Semangat dari gerakan ini adalah mengembalikan budaya pelajar untuk kembali berminat mencari ilmu lewat membaca. Menurutnya tak melulu harus bacaan yang sifatnya akademik, sebab banyak pula manfaat dari membaca buku non akademik asal yang positif.

"Tapi kalau sudah terbiasa mau lihat digital mau lihat buku konvensional yang penting budaya membaca budaya menulis  gagasan baik lisan maupun tertulis itu yang penting," pungkasnya. (Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: