SABTU, 13 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Ajang kejuaraan grasstrack di Kabupaten Lampung Selatan berlokadi di sirkuit Guardian Park Desa Kayuubi menjadi sebuah tontonan menarik bagi warga sekitar. Selain menjadi gelaran pertama dengan sirkuit tetap yang sudah disediakan oleh panitia, ajang tersebut menjadi sarana menjajal kemampuan para grasstracker berbagai kelas yang diikuti oleh ratusan peserta dari Provinsi Lampung. 


Kejuaraan tersebut juga merupakan sarana adu pintar para mekanik yang merupakan salah satu penentu suksesnya para grasstracker dari start hingga finish. Selain mekanik, peran serta masyarakat sekitar sirkuit bahkan terlihat dengan adanya para penjual makanan dan minuman ringan yang berjualan di sekitar lokasi.

Salah satu mekanik tim balap grasstrack dari tim MMR, Joni mengaku ajang kejuaraan grasstrack merupakan kesempatan bagi para mekanik serta pihak yang mengerti otomotif untuk bisa memberikan dukungan bagi para pebalap yang bertanding. Salah satu tugas mekanik yang paling pokok diantaranya mempersiapkan kondisi motor yang akan bertanding.

“Poin penting dalam upaya mensukseskan kegiatan ini terletak bukan hanya di tangan pebalap tapi juga terutama dari mekanik yang melakukan persiapan kondisi mesin motor yang akan digunakan dalam bertanding,”ungkap Joni saat ditemui Cendana News saat mempersiapkan setingan mesin motor milik tim MMR di sirkuit grasstrack kayuubi park, Sabtu (13/8/2016).

Joni juga mengungkapkan setingan mesin untuk pebalap grasstrack harus memiliki ketahanan yang cukup karena akan melangsungkan beberapa putaran dalam sirkuit. Setingan mesin dilakukan terhadap motor agar saat digunakan bertanding tidak mengalami masalah selain persiapan lain meliputi suspensi, bahan bakar serta kelengkapan lain di motor. Suksesnya pebalap dalam ajang grasstrack juga akan sangat terpengaruh dengan kesiapan mekanik sehingga beberapa tim secara serius mempersiapkan mekanik terbaik untuk memperebutkan hadiah sebesar Rp50juta yang dipersiapkan oleh panitia.

Beberapa mekanik bahkan membawa perlengkapan untuk persiapan tim diantaranya kunci kunci, jersey, mesin cadangan, karburator cadangan serta sparepart kendaraan roda dua untuk suksesnya para grasstracker. Beberapa tim bahkan harus membawa kendaraan menggunakan truk atau kendaraan terbuka untuk membawa kendaraan.

“Kemenangan pebalap adalah kemenangan mekanik karena sebagian besar peran utama ada pada mekanik dan pebalap grasstrack,”ungkapnya.

Sementara itu Nivolin CH, penanggungjawab kejuaraan grasstrack di sirkuit Guardian Park Kayuubi mengungkapkan, ide membangun sirkuit yang semula merupakan areal perkebunan dan cukup sepi tersebut merupakan upaya untuk membangun desa kayuubi agar lebih ramai dari sebelumnya. Terbukti dengan dibukanya sirkuit grasstrack di Desa Kayuubi membuat masyarakat di wilayah tersebut mendukung dan terlibat dengan menjadi juru parkir,penjual makanan dan minuman ringan yang sebagian merupakan warga lokal.

“Saya memiliki ide agar warga di sekitar sini bisa diberdayakan dan bisa menjadi sumber penghasilan terbukti banyak pedagang serta masyarakat yang terlibat dan memberi keuntungan secara ekonomis dengan adanya sirkuit ini,”ungkap Nivolin.


Pantauan Cendana News, ratusan pedagang dari sekitar lokasi sirkuit mulai melakukan aktifitas berdagang sejak pagi diantaranya menjajakan makanan serta buah buahan lokal diantaranya kelapa muda,jeruk,sawo serta hasil bumi masyarakat yang disediakan untuk dinikmati para penonton yang jumlahnya mencapai ribuan dan peserta grasstrack.

Sutini, pedagang makanan dan minuman ringan yang sudah sejak sepekan berjualan di sekitar sirkuit mengaku memperoleh omzet sebesar Rp500ribu perhari pada saat acara latihan gabungan dan bisa memperoleh omzet hingga jutaan rupiah. Ia berharap iven serupa masih bisa dilakukan di lokasi tersebut karena memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar secara ekonomis.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: