SENIN, 22 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok tersebut hari ini secara resmi telah mengajukan gugatan kepada Mahkamah Kontitusi (MK). Gugatan yang diajukan Ahok tersebut terkait dengan masa cuti Gubernur incimbent atau pertahanan dalam kegiatan kampanye dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri)
Acara persidangan terkait dengan gugatan yang dilayangkan Ahok tersebut diadakan di Gedung Mahkamah Kontistusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11:00 WIB, Senin (22/8/2016). Ahok tampak terlihat datang sendirian ke Gedung Mahkamah Konstitusi sekitar pukul 10:30 WIB tanpa didampingi oleh kuasa hukum atau pengacara pribadinya.

Kedatangan Ahok ke Gedung Makkamah Kontitusi (MK) menggugat ketentuan wajib cuti bagi pertahanan terkait dengan Undang-Undang Pilkada, Ahok berasalan apabila nantinya gugatan tersebut misalnya tidak dikabulkan, maka bisa jadi kedepannya akan ada tuntutan agar calon Presiden atau calon Wakil Presiden incimbent atau pertahanan juga wajib cuti saat masa kampanye.


"Lihat saja nanti misalnya saya kalah dalam gugatan di MK, pasti akan ada pihak-pihak yang menginginkan agar Capres dan Cawapres incumbent atau pertahanan berarti juga harus mengambil cuti terkait dengan kampanye pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang minimal 4 bulan lamanya" demikian dikatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Gedung MK, Senin siang (22/8/2016).

Ahok mengatakan "namun apabila saya nantinya ternyata kalah dalam gugatan di MK bagi saya itu tidak jadi persoalan, saya tetap menghormati keputusan MK sebagai keputusan yang tertinggi, namun status saya sebagai Gubernur DKI Jakarta juga punya hak untuk tidak mengambil cuti pada saat masa kampanye Pilkada Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang" katanya dalam persidangan di Gedung MK Jakarta.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: