KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

BALI --- Guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan berbagai langkah mempersiapkan para SDM berkualitas dibidangnya. Tentu langkah ini harus diimbangi dengan melakukan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja dimasing-masing bidang dari tenaga kepariwisataan, seni serta berbagai jenis ketenagakerjaan. 

Oleh karena itu Walikota IB. Rai Dharmawijaya Mantra meminta seluruh SMK di Kota Denpasar memiliki Sertifikasi Profesi. Hal ini dikatakan  saat membuka Pameran Kreativitas Rumah Pintar Kota Denpasar Tahun 2016 pada Kamis (25/8/2016) di Seputaran Jalan Kamboja yang disaksikan seluruh Kepala Sekolah se-Kota Denpasar.    

Menurut Walikota Rai Mantra sertifikasi yang dilakukan ini sebagai langkah memperkuat kompetensi tenaga kerja di Kota Denpasar dalam mengahadapi  MEA. Dari sertifikasi profesi yang telah dimiliki tenaga kerja dari SMK ini, mereka nantinya  dapat bekerja dan bersaing di negara-negara ASEAN. 

“Sertifikasi ini harus dimiliki tenaga kerja di Kota Denpasar apalagi hal ini menjadi persiapan pada The World Trade Organization (WTO) tahun 2020 yang akan datang. Sertifikat ini menjadi suatu peluang di zona yang aman dan nyaman oleh MEA dan WTO,” ujarnya. 

Kerjasama Pemkot dan LSP sebagai langkah konsistensi mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kompeten, yang tentunya sebagai langkah penyelematan generasi kita mendatang dalam  mencari pekerjaan. 

“Masalah sertifikasi itu sangat ditentukan sekali, jangan sampai anak-anak terlambat untuk disertifikasi. Kebetulan Kota Denpasar mendapat jatah 23.000 sertifikasi gratis tetapi baru terpakai hanya 2.000 karena belum dipahami dan dimengerti oleh komponen-komponen kita,” tegasnya.

Walikota Rai Mantra juga mengatakan tidak saja fokus pada sertifikasi profesi pariwisata, namun pihaknya segera melakukan sertifikasi kepada seluruh komponen ketenaga kerjaan  lainnya yang ada di Kota Denpasar.

Rai Mantra berharap seluruh guru atau pengurus sekolah bekerja sama dengan sekolah lain yang ada di Kota Denpasar dan bersinergi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).Menurutnya LSP itu tidak mungkin satu sekolah satu LSP tetapi bisa dipergunakan beberapa sekolah. 

Memang berat dan harus ada pengorbanan untuk memulai sesuatu yang baru tapi diharapakan dengan ini kita harus bisa menjawab tantangan apa yang dibutuhkan. Kalau ini sudah mulai lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, saya yakin di Indonesia belum ada yang memikirkan ,memang sudah ada yang memulai tetapi tidak menyeluruh, jika ini sudah dimulai akan mampu memberi daya saing tinggi dan nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi  masyarakat khususnya di Kota Denpasar.
(Bobby Andalan)

Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: