JUMAT, 12 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Tim kuasa hukum sekaligus pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam kasus perkara persidangan "kopi sianida" secara resmi telah mengirimkan surat permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan Komisi Yudisial (KY) yaitu memohon agar segera melakukan pemeriksaan terhadap salah satu anggota Majelis Hakim yang bernama Binsar Gultom S.H., dan menggantinya dengan  anggota Majelis Hakim lainnya.

Hakim Binsar Gultom S.H., (kanan) saat persidangan Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat
Mereka menilai bahwa pernyataan Binsar Gultom dalam persidangan Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu dinilai berat sebelah alias tidak adil, bahkan telah melampaui wewenangnya sebagai seorang hakim yang seharusnya bertindak adil dan seimbang. Binsar Gultom dinilai mirip seolah-olah layaknya seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang bertugas melakukan penuntutan dan pembuktian kasus perkara dalam persidangan di pengadilan.

Menanggapi adanya laporan terkait permohonan pemeriksaan dirinya kepada Komisi Yudisial dan permohonan pergantian dirinya kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Hakim Binsar Gultom mengaku belum mengetahui dan mendengar adanya laporan dari tim kuasa hukum dan pengacara Jessica tersebut. Dirinya memilih tidak menanggapi atau enggan mengomentari adamya laporan tersebut.

Binsar Gultom menyatakan jika nanti dirinya misalnya berkomentar terkait adanya laporan tersebut, maka malah akan menimbulkan masalah baru dan semakin memperkeruh suasana. Dirinya mengaku tidak ingin mengomentari pernasalahan tersebut, salah satunya karena takut nanti komentarnya akan diplesetkan lagi.

"Menurut hemat saya, sebaiknya pernyataan terkait dengan adanya laporan dari tim kuasa hukum dan pengacara Jessica kepada Ketua PN Jakarta Pusat dan kepada Komisi Yudisial agar saya diperiksa dan diganti sebagai salah satu anggota Majelis Hakim dalam persidangan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso sebaiknya tidak saya komentari, jika saya komentari nantinya malah akan menimbulkan masalah baru lagi" demikian dikatakan Binsar Gultom S.H., kepada wartawan, Jumat pagi (12/8/2016).

"Semua kasus perkara yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan, baik kasus perkara pidana maupun perdata, masing-masing pihak, baik pihak penggugat maupun pihak tergugat, mereka tentu akan berusaha untuk memenangkan kasus tersebut, itu sah-sah saja dan memang hak mereka, yang penting saya sebagai seorang hakim selama ini sudah berusaha obyektif untuk tidak melakukan intervensi dalam sebuah kasus perkara di persidangan" kata Binsar Gultom ketika dikonfirmasi wartawan.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: