KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

LOMBOK TENGAH --- Hama ulat pemakan daun mulai menyerang tanaman tembakau milik petani, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat petani mulai repot dan hawatir dengan keberadaan ulat pemakan daun, karena bisa mengakibatkan kerusakan.


Isti, petani tembakau Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News mengungkapkan, ulat pemakan daun yang menyerang, sudah berlangsung sejak tanaman tembakau berumur satu bulan, ketikan tembakau sudah mulai tumbuh membesar dan daun membesar.

"Ulat pemakan daun tembakau terkadang sulit mati meski sudah disemprot racun pestisida, masih saja tetap ada, makanya tidak cukup disemprot sekali, tapi bisa dua sampai tiga kali" kata Isti, Kamis (4/8/2016).

Karena itu, kata Isti, selain membunuh ulat dengan menyemprotkan racun pestisida ke tanaman tembakau, dirinya terkadang mengecek secara langsung setiap daun tanaman tembakau dan memungut langsung ulat yang menempel pada daun.

Muhardi, petani tembakau lain mengatakan, ulat pemakan daun biasanya akan tetap ada sampai pertumbuhan tembakau besar dan siap panen, karena itu, kalau tidak ingin daun tembakau rusak harus rutin melakukan kontrol termasuk penyemprotan.

"Menanam tembakau, kalau tidak ingin rugi, harus tekun, tidak bisa setelah ditanam, dikasih pupuk dan air kemusian dibiarkan begitu saja, tapi harus tekun melakukan kontrol, supaya hasil panen juga bisa memuaskan" katanya.

Ditambahkan, menanam tembakau sebenarnya gampang - gampang sulit, dikatakan gampang, karena tidak terlalu membutuhkan banyak air termasuk perawatan, tapi dengan catatan selama pertumbuhan harus rutin dikontrol.(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: