SELASA, 16 AGUSTUS 2016

BALI --- Ada yang menarik dari pameran Bali Clasic Motor Show yang digelar di pelataran parkir Lotte Mart Denpasar, Selasa 16 Agustus 2016. Pada pameran yang berlangsung sejak 14-21 Agustus itu dipamerkan satu mobil legendaris milik Presiden RI pertama Bung Karno.


‎Mobil Yanka Limousine itu keluaran tahun 1959. Ketua Panitia Bali Clasic Motor Show, I. Wayan Sudana menuturkan, mobil bermesin matic 7000 cc itu masuk ke Indonesia tahun 1961 silam. Meski mobil lawas, namun penampakannya tetap mempesona. Terbayang jelas kegagahan Sang Proklamator kala mengendarai mobil berwarna hitam itu.

"Mobil ini hanya ada tiga unit di dunia dan salah satunya ada di Indonesia," kata Sudana, Selasa 16 Agustus 2016.


Ia melanjutkan, mobil itu diberikan oleh Presiden Rusia kala itu, Krushchev langsung kepada Bung Karno. 

"Dua mobil lainnya ada di Thailand dan Amerika Serikat," ucapnya.

Namun, dari tiga mobil tersebut hanya mobil yang berada di Indonesia saja yang kondisinya masih bagus. "Masih terawat dengan baik dan bisa jalan," tuturnya. 


Budi Santosa asal Surabaya yang berhasil menyelamatkan mobil legendaris tersebut. Sayang, Budi sendiri tak hadir pada pameran itu. Sementara Sudana tak tahu persis bagaimana Budi Santosa mendapatkan mobil‎ berpelat nomor ‎B 1970 RV itu.

Menurut Sudana, sudah barang tentu hal tersulit dari perawatan itu adalah ketersediaan spare part. Mengingat mobil ini hanya ada tiga unit di dunia, dan mobil keluaran lawas. ‎"Untuk perawatan Budi (Budi Santosa) yang tahu. Tapi menurut saya, spare part yang sulit didapat itulah salah satu kesulitan merawatnya," katanya.


Pantauan di lokasi, masyarakat begitu antusias berselfie ria di depan mobil Bung Karno.‎ Mereka berebutan sekadar berfoto. Tak sedikit juga yang mencoba mengintip ke dalam mobil untuk melihat bagaimana dahulu Sang Putra Fajar duduk berkeliling di dalam mobil itu.

Divi, pengunjung asal Jakarta mengaku mendapat pengetahuan baru dari pameran ini. "Saya baru tahu ini mobil Bung Karno dan cuma ada tiga di dunia. Ingin rasanya duduk di dalam mobil itu sambil membayangkan betapa gagahnya Bung Karno. Tapi tidak diizinkan oleh panitia," pungkasnya. (Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: