JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Setelah sekian lama kerusakan jalan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang merupakan akses transportasi angkutan garam rupanya belum mendapatkan perhatian serius. Masyarakat daerah setempat selalu mengeluh dengan kondisi jalan yang semakin memprihatinkan. Keinginan warga untuk memiliki jalan yang bagus sampai sekarang tak kunjung terealisasi.


Akses jalan menuju kedua desa itu mengalami kerusakan sekitar tujuh tahun yang lalu, namun upaya dari pihak terkait rupanya masih belum tampak sama sekali, padahal wilayah tersebut tidak jauh dari PT Garam. 

“Jalan ini sudah lama rusak tapi tak kunjung diperbaiki, padahal ini merupakan akses transportasi pengangkut garam, seharusnya itu diperbaiki agar masyarakat bisa menikmati jalan yang bagus. Tetapi sayang pada kenyataannya hingga kini tetap saja tidak ada perbaikan,”jelas Syamsuri (30) salah seorang warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Jumat (5/8/2016).

Disebutkan, bahwa meskipun desa ini berdekatan dengan PT. Garam impian masyarakat untuk memiliki jalan bagus masih jauh dari harapan, Meski menjadi daerah dampak, tetapi perusahaan milik negara itu tidak pernah memperhatikan sama sekali. Padahal infrastruktur jalan tersebut sering dilintasi truk pengangkut garam dengan kapasitas yang cukup berat yang menyebabkan terjadinya kerusakan jalan.

“Biasanya kan ada dana kompensasi dari perusahan terhadap masyarakat yang menjadi dampak, kenapa sejak dulu jalan rusak ini tidak pernah diperbaiki. Itu beberapa waktu lalu cuma ditambal dengan batu putih, tetapi tidak menggunakan aspal,” jelasnya.


Masyarakat merasa bingung dengan semakin parahnya kerusakan jalan tersebut, karena belum ada kejelasan siapa yang akan memperhatikan, apakah perusahan atau pemerintah. Karena selama ini dana kompensasi dari PT. Garam kepada masyarakat juga tidak jelas penggunaannya. Sehingga masyarakat belum bisa merasa nyaman dengan keberadaan infrastruktur jalan kondisinya sudah rusak.

Mereka berharap pihak terkait segera memperhatikan kerusakan jalan yang semakin parah, agar keselamatan para pengendara yang mayoritas warga setempat tidak terancam, jika dibiarkan dikhawatirkan sampai menelan korban jiwa akibat kecelakaan.
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: