JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Pelaksanaan Hari Raya Idhul Adha atau dikenal dengan hari raya kurban 2016 atau 1437 Hijriyah masih beberapa minggu lagi. Namun, Dinas Peternakan (Disnak) Lampung Selatan telah melakukan langkah antisipasi penyiapan hewan kurban untuk memastikan stok hewan kurban aman dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk berkurban.


Pengawasan dan pendataan hingga ke tingkat kecamatan bahkan dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan ke tiap-tiap UPT Disnak kecamatan sekaligus pengecekan langsung ke peternakan di masing-masing wilayah untuk memastikan ketersedian hewan kurban menjelang hari raya Idhul Adha tahun ini.

Kepala Dinas Peternakan Lampung Selatan Cecep Khaerudin mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi hingga ke kecamatan untuk memastikan persediaan ternak untuk kurban aman. Ia bahkan mengungkapkan persediaan hewan untuk kurban untuk tahun ini dipastikan dengan jumlah hewan kurban tersedia sekitar 1.500 ekor hewan kurban siap potong terdiri dari 1.000 ekor kambing dan 500 ekor sapi yang tersebar di 17 kecamatan di Lampung Selatan.

Dijelaskannya, selain melakukan pengecekan tentang jumlah hewan ternak yang akan digunakan untuk hewan kurban setiap menjelang Idhul Adha, Dinas Peternakan selalu melakukan kegiatan pemantauan, perkembangan, dan pengawasan terhadap para peternak yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu sosialisasi serta pengawasan juga dilakukan kepada pelaku bisnis jual beli hewan kurban yang sebagian sudah melakukan aktifitas di pasar hewan dan pasar ternak dadakan di wilayah strategis.

Mantan Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan tersebut menuturkan bentuk pengawasan yang dilakukan petugas Dinas Peternakan berkoordinasi dengan petugas lain diantaranya dengan memeriksa langsung kesehatan hewan ternak sapi dan kambing yang ada di penampungan ternak maupun di tempat-tempat penjualan hewan kurban.


Secara teknis diungkapkannya petugas langsung memeriksa kesehatan hewan ternak di semua wilayah kecamatan terutama pemilik ternak yang akan menjual untuk hewan kurban. Jika ditemukan penyakit atau kondisi hewan yang tidak sehat maka petugas akan memberikan kartu bertulisakan sedang dalam pengawasan. Dan untuk ternak yang sehat dan layak konsumsi, maka kartu yang diberikan kepada pemilik hewan bertulisakan sehat.

“Teknisnya akan dilibatkan dokter hewan untuk melakukan pengecekan hewan kurban yang memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan juga persyaratan lain untuk hewan dinyatakan layak sebagai hewan kurban”ungkap Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan Cecep Khaerudin,Jumat (19/8/2016).

Hingga saat ini menurut Cecep, Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan telah menyebar sebanyak 8.000 lembar kartu terdiri dari 2.000 lembar kartu dalam pengawasan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Peternakan serta sebanyak 6.000 kartu sehat di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Pendistribusian kartu sehat ternak kurban dan kartu dalam pengawasan juga seiring dengan upaya dinas tersebut melakukan pengawasan ke tempat penampungan dan penjualan hewan ternak kurban. Upaya lain diantaranya dengan gencar memberikan sosialiasi tentang kesehatan hewan kurban kepada masing-masing taqmir masjid selaku panitia kurban yang ada di wilayah Lampung Selatan.

Cecep juga memastikan para petugas kesehatan hewan di lapangan juga secara tegas diinstruksikan untuk aktif melakukan sosialisasi ke kalangan peternak mapun para taqmir masjid selaku panitia kurban. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan  melakukan pendataan dan laporan jika terjadi peristiwa sapi sakit atau mati mendadak, maka langkah penanganan yang dilakukan para petugas harus sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Harga Sapi Lokal Merangkak Naik

Pedagang sapi (belantik) di sejumlah wilayah Lampung mengungkapkan saat ini harga daging sapi impor lebih murah terutama hasil penggemukan dibandingkan sapi lokal. Salah satu pedagang sapi di pasar Sidomulyo mengungkapkan satu ekor sapi lokal dengan berat 150kg bisa mencapai harga Rp13juta-Rp15 juta per ekor.


Harga sebesar itu menurut Adnan satu pedagang sapi di pasar Sidomulyo asumsinya satu kilogram dijual dengan harga Rp150ribu/kg lebih mahal dibandingkan harga daging penggemukan dengan harga Rp100ribu-Rp120ribu.

“Harga pastinya akan terus berubah dan jelang Idhul Adha para peternak sapi juga sudah banyak mempersiapkan stok khusus untuk hewan kurban” ungkap Adnan.

Pantauan Cendana News, kawasan Kecamatan Tanjungsari dan beberapa tempat peternakan dan penggemukan sapi mulai melakukan pengiriman sapi yang akan digunakan sebagai hewan kurban dari wilayah Lampung ke Pulau Jawa. Berdasarkan data lalu lintas ternak jenis sapi dan kambing menurut petugas karantina pertanian, hewan,ikan dan tumbuhan dalam sehari ratusan ternak dikirim ke Pulau Jawa.

“Pengiriman hewan ternak saat ini masih terjadi setiap hari karena lalulintas ternak harus mendapat rekomendasi dan surat karantina namun apakah hewan akan digunakan untuk kurban atau tidak kita tidak mendatanya” ungkap Hardi, petugas karantina pertanian.

Ia mengungkapkan pengiriman ternak didominasi oleh ternak sapi dan kambing diantaranya dari wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur. Secara pasti ia mengungkapkan hewan ternak yang dilalulintaskan harus mendapat surat izin dari Dinas Peternakan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta dokumen karantina.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: