SABTU, 13 AGUSTUS 2016

MALANG --- Memperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Pramuka dan Hari Anak Nasional, gerakan Pramuka Kwartir Ranting serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Klojen mengadakan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI). Acara yang dimulai hari ini di Pusdiklatcab Wita Raga Jalan Terusan Danau Sentani kota Malang di ikuti oleh siswa siswi Penggalang Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Klojen.


Ketua pelaksana, Samsul Hadi mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan PERSAMI, selain memperingati HUT Pramuka sekaligus melatih kemandirian, kekompakan serta keterampilan dari para Penggalang.

"Meskipun hanya dalam waktu yang singkat, kegiatan ini sebenarnya lebih ditekankan untuk melatih kemandirian para peserta yang kebanyakan diikuti oleh siswa kelas 4-6 SD. Sehingga, saat nanti sudah kembali lagi ke sekolahnya masing-masing, mereka bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung dengan pembinanya lagi,"jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (13/8/2016).

Ia mengatakan motto dari kegiatan PERSAMI kali ini adalah 'Kebersamaan dan Perbedaan'. Menurutnya motto tersebut di ambil karena para perserta berasal dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Klojen.

"Meskipun berbeda sekolah, namun disini mereka justru bisa menambah teman baru melalui interaksi berbagai kegiatan dan lomba yang telah disiapkan oleh panitia,"ungkapnya.

Ia menyampaikan, rangkaian kegiatan HUT Pramuka hari ini diawali dengan pendirian tenda, upacara pembukaan, materi kepramukaan, permainan mengenang tempo dulu dan kegiatan ulang janji. Kemudian di lanjutkan esok harinya dengan upacara peringatan HUT Pramuka.


Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kegiatan lomba nantinya akan lebih diutamakan permainan-permainan tempo dulu yang sekarang sudah jarang di mainkan oleh anak-anak seperti permainan bentengan, pate lele, gobak sodor dan egrang.

"Anak-anak jaman sekarang kebanyakan sudah tidak mengenal permainan lawas tempo dulu dan justru cenderung lebih suka bermain game online maupun permainan-permainan yang ada di gadget. Oleh karena itu kita ingin membawa kembali permainan tempo dulu ke jaman sekarang agar mereka bisa memainkannya lagi,"ujarnya.

Sementara itu, dalam kegiatan PERSAMI yang baru pertama kali di adakan ini, masing-masing sekolah di perkenankan untuk mengirimkan dua regu yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: