SABTU, 27 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Dua pekan menjelang perayaan Idhul Adha bagi umat Islam di seluruh dunia, jual beli hewan kurban di berbagai daerah mulai bergairah. Namun guna menjaga stabilitas harga dan keamanan stok, Titiek Hediati Soeharto mengingatkan agar jangan sampai terjadi pemotongan hewan betina dan impor hewan kurban.


Momentum besar hari raya Idhul Adha, akan selalu diikuti naiknya harga hewan kurban seperti kambing dan sapi. Di sisi lain, meningkatnya jumlah kebutuhan hewan kurban acapkali dimanfaatkan oleh segelintir oknum spekulan dengan menaikkan harga semena-mena. Karenanya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, meminta agar kementerian terkait mulai mengambil langkah antisipasi.

Titiek yang ditemui di sela-sela kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Sabtu (27/8/2016), mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat dengar pendapat dengan kementerian guna menentukan langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi momentum tahunan Idhul Adha ini. Berbagai langkah perlu dikoordinasikan, antara lain pengawasan. Bukan hanya untuk mengendalikan harga, namun juga pengawasan untuk mencegah dipotongnya hewan betina yang bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan populasi hewan di masa berikutnya.

Dikatakan Titiek, Idhul Adha merupakan momentum besar di Indonesia dan selalu berulang setiap tahunnya. Karena itu, semestinya berbagai persoalan yang sering menyertai momentum hari kurban tersebut bisa diantisipasi lebih baik. 

Berdasar pengalaman dari tahun ke tahun, tingginya harga hewan kurban baik sapi maupun kambing akan mengalami kenaikan signifikan sekitar 2-3 hari sebelum Idul Adha. Sementara, beberapa tahun terakhir juga terjadi perubahan atau kecenderungan masyarakat yang kini lebih memilih sapi sebagai hewan kurban. Sedangkan harga sapi, menurut Titiek, tergolong tinggi dan mudah mengalami kenaikan.

"Mungkin untuk sapi ini perlu lebih diawasi agar tidak menimbulkan gejolak harga, dan yang paling penting jangan sampai ada impor dengan alasan apa pun" pungkas Titiek. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: