SELASA, 23 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Upaya pencegahan penyakit campak (measles) yang merupakan infeksi virus menular ratusan siswa sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan menerima vaksin campak secara gratis.


Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PRI Sragi Sumari Sasmito, SKM sebanyak 710 orang pelajar SD dan MI yang duduk di kelas satu se-Kecamatan Sragi menerima imunisasi campak secara gratis oleh Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Sragi. Ia mengungkapkan sebetulya bayi suda mendapatkan kekebalan alamiah campak dari ibunya. Namun seiring dengan bertambahnya usia setelah 9 bulan antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak.

“Penyakit campak mudah menular dan mereka yang daya tahannya lemah gampang sekali terserang penyakit yang disebabkan virus morbili tersebut namun jika sudah terkena maka tak akan terkena lain karena hanya diderita sekali seumur hidup,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PRI Sragi Sumari Sasmito, SKM, Selasa (23/8/2016)


Ia mengungkapkan pemberian vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali; 1 kali di usia 9 bulan,1 kali di usia 6 tahun dan dianjurkan pemberian campak ke-1 sesuai jadwal selain karena antibodi dari ibu sudah menurun di usia 9 bulan penyakit campak umumnya menyerang anak usia balita. Jika sampai usia 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak maka pada usia 12 bulan harus diimunisasi MMR (Measles Mump Rubella).

Ia menegaskan proses pemberian vaksin campak melibatkan sebanyak 26 petugas medis Puskesmas rawat inap Sragi dengan cara  mendatangi beberapa SD dan MI yang ada di di Kecamatan Sragi. 

Tujuan pemberian vaksin campak tersebut menurutnya untuk memberikan pelayanan vaksinasi campak terhadap siswa SD kelas satu yang rata-rata berumur 7 tahun. Sebelum pelaksanaan pihak Puskesmas telah melakukan pemberitahuan kepada siswa sekolah yang akan menerima vaksin tersebut.


Selama ini ia mengungkapkan penularan infeksi campak terjadi karena menghirup percikan penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun terutama pada anak-anak usia pra sekolah dan anak anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak maka seumur hidup biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Diungkapkannya program tahunan Puskesmas rawat inap Sragi berupa pelayanan gratis vaksinasi campak dengan menyasar sekitar 710 orang siswa yang duduk dikelas satu SD dan MI. Manfaatnya sambung Sumari Sasmito, dengan diberikannya vaksinasi campak kepada anak berguna untuk melindungi kesehatan dan pertumbuhan serta perkembangan buah hati agar optimal.

Banyaknya siswa yang akan menerima vaksin imunisasi campak membuat pelaksanaan pemberian vaksin akan dilakukan selama dua hari pada (23-24/8). Ia berharap dari jumlah sebanyak 710 sasaran vaksinasi campak bisa seratus persen terakomodasi.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: