JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan II tahun 2016 sebesar 107,93, berarti kondisi ekonomi konsumen mengalami peningkatan jika dibandingkan Triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen pada Triwulan II tahun 2016 lebih tinggi jika dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2016 yang hanya sebesar 102,89.


ITK merupakan indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat melalui Survei Tendensi Konsumen (STK) ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan yang sedang berjalan dan perkiraan pada Triwulan mendatang.

Jumlah sampel STK yang disurvei pada Triwulan II tahun 2016 sekitar 14.600 rumah tangga di seluruh Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar Triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu. Responden STK dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan wealth index dan merupakan sub sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khususnya di daerah perkotaan.

Membaiknya kondisi ekonomi konsumen Triwulan II tahun 2016 dikarenakan meningkatnya konsumsi dengan nilai indeks sebesar 111,87 diikuti oleh naiknya daya beli dilihat indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi dengan indeks sebesar 110,37. Sedangkan kenaikan pendapatan rumah tangga ternyata tidak sama tinggi dengan komponen lainnya dengan nilai indeks sebesar 104,97.

Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, masing-masing 16 provinsi sebesar 48,48 persen dari 33 provinsi yang memiliki indeks diatas nasional. Provinsi yang memiliki kenaikan nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Riau dengan ITK sebesar 113,34, sedangkan Provinsi Sulawesi Utara tercatat memiliki nilai ITK terendah sebesar 102,14.

Suryamin, Kepala BPS Pusat mengatakan "diperkirakan nilai nasional ITK pada Triwulan III 2016 sebesar 109,26 berarti kondisi ekonomi konsumen cenderung mengalami peningkatan, dimana tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih tinggi dibandingkan Triwulan II tahun 2016 sebesar 107,93" katanya saat jumpa pers di kantornya, Jumat pagi (5/8/2016).

"Kondisi perekonomian konsumen di semua provinsi di Indonesia diperkirakan akan membaik, sekitar 17 Provinsi atau sekitar 51,52 persen diprediksi akan memiliki nilai indeks di atas Rata-rata nasional, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan akan memiliki nilai ITK tertinggi yaitu sebesar 117,30, sedangkan Provinsi Jambi diperkirakan akan memiliki nilai ITK terendah yaitu sebesar 100,43" demikian dikatakan Suryamin kepada wartawan di Jakarta.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: