JUMAT, 12 AGUSTUS  2016

LAMPUNG --- Gempa bumi mengguncang Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung pada siang hari ini 12 agustus 2016 pukul 14:17 WIB dengan magnitudo mencapai 5,3 SR. Meski terbilang cukup besar namun sejumlah warga di Kabupaten Pesawaran tidak merasakan gempa yang melanda wilayah mereka. Bahkan ratusan nelayan di wilayah Padang Cermin Kabupaten Pesawaran mengaku aktifitas melaut tidak dapat dihentikan karena sudah menjadi aktifitas rutin bahkan sebagian nelayan sudah mempersiapkan keberangkatan untuk melakukan aktifitas melaut pada sore hari.


Salah satu nelayan di Padang Cermin,Ahmad (40),bahkan mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi buruk di laut dan pengumuman gempa bumi yang ia terima dari pesan singkat tersebut tidak membuatnya kuatir. Nelayan yang sudah melaut selama hampir sepuluh tahun tersebut bahkan sudah beberapa kali menerima pesan singkat dari BMKG terkait kejadian gempa.

“Kami sudah biasa menghadapi angin dan gelombang laut setiap hari jadi dengan adanya info gempa ini sudah terbiasa apalagi tanda tanda di laut nelayan sudah hapal sebab kalau kami tidak melaut kami tidak memperoleh penghasilan,” ungkap Ahmad saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (12/8/2016)

Selain itu beberapa nelayan lain yang beraktifitas di Teluk Lampung seperti di Pelabuhan Lempasing dan gudang lelang masih terlihat normal. Ratusan nelayan yang sudah merapat ke dermaga bahkan membawa tangkapan ikan cukup banyak diantaranya ikan kembung,krisi,
Ekor kuning dan tongkol yang diturunkan dari kapal.

“Secara kebetulan ikan masih dalam kondisi melimpah dan harga jual sedang lumayan akhir akhir ini sehingga nelayan cukup semangat untuk melaut,” ungkap Soni nelayan setempat.


Menurut Soni, nelayan Teluk Lampung dan nelayan di Kabupaten Pesawaran masih beruntung karena bisa mencari ikan di antara deretan pulau pulau kecil di teluk tersebut. Mereka bahkan mengaku menyiasati saat terjadi cuaca buruk diantaranya angin kencang dan gelombang tinggi yang bisa membahayakan kapal dengan mencari ikan di sekitar pulau.

Menurut info yang diterima dari  situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan informasi dari pesan singkat melalui short message service (SMS) oleh Kominfo BMKG ke seluruh perangkat telepon genggam milik masyarakat, pusat gempa berada di 100 kilometer Barat Daya Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dengan kedalaman 10 kilometer dan berlokasi di 6.39 LS - 104.95 BT.

Gempa yang melanda wilayah Pesawaran dan tidak berpotensi tsunami tersebut juga tidak membuat aktifitas pelayaran di Selat Sunda terganggu bahkan sejumlah kapal roll on roll off (Roro) masih tetap beroperasi dengan normal. Perwira jaga dari petugas syahbandar dan otoritas pelabuhan Bakauheni, Iskandar, mengaku informasi gempa sejauh ini belum mengganggu pelayaran.

“Masih cukup normal dan tentunya para nahkoda tetap harus meningkatkan kewaspadaan selama dalam pelayaran tapi tidak terpengaruh adanya info gempa bumi” terang Iskandar.

Hingga sore ini kondisi Selat Sunda terpantau dalam kondisi berkabut dengan jarak pandang tidak seperti hari normal bahkan Pulau Jawa yang bisa terlihat secara visual tidak terlihat dari Pulau Sumatera. Meski berkabut kondisi tersebut tidak mengganggu aktifitas kapal kapal dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak dan sebaliknya.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: