JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Lahan gambut di Kalimantan Barat menjadi berkah warga setempat. Itu seperti yang dirasakan oleh warga yang tinggal di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.


Soroni, petani yang mengembangkan lahan gambut dijadikan lahan pertanian berupa palawija. Cabai, tomat, bayam merah. Setiap harinya, ia menyemai  cabai, tomat, bayam merah di lahan gambut milik warga lainnya. Ia menyewa atau sistem bagi hasil selama bercocok tanam.

Ia mengaku, sudah 15 tahun ini ia mengembangkan tanaman palawija itu. Sejak itu pula, ia rutin menanam di lahan sewaanya itu.

“Awalnya saya coba-coba. Tak nyangka akan bagus seperti ini. lalu saya bilang pada tetangga, saya mau sewa lahan gambut seluas setengah hektar,” tuturnya, Jumat (5/8/2016).

Diceritakanya, selama menanam cabai, tomat, bayam merah ia memilih lahan menjadi beberapa bagian. Di petak-petak memanjang supaya memudahkan merawat. Dalam satu petak, ada cabai, tomat, bayam merah berdampingan.

“Kalau pupuk, saya pakai kotoran sapi yang sudah saya olah dicampur tanah bakar. Saya tak pernah pakai pupuk kimia,” ucapnya.

Bibit cabai, tomat, bayam merah ia beli dari toko pertanian. Setelah itu ia semai di polybag. Selama seminggu ia semai. Setelah itu, ia pindahkan untuk ditanam.

“3 minggu baru bisa panen. Saya jual ke pasar tradisional,” ujarnya.


Dalam sebulan, ia mendapat keuntungan belasan juta rupiah. Uang itu, ia gunakan untuk biaya anak-anaknya sekolah dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

 “Uangnya ada juga saya tabung. Saya beli rumah juga dari hasil bertani,” ucapnya.

Baginya lahan gambut berkah yang tiada hingga. Sebab, dari lahan gambut itulah anak-anaknya bisa sekolah di perguruan tinggi sebanyak 5 orang. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: