SABTU, 13 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, berharap Institut Teknologi Bandung bisa masuk dalam 25 top universitas Internasional. Hanya saja, ia sampaikan, ITB perlu menambah lulusan insinyur, tak terkecuali yang berhubungan dengan kementeriannya.


Menurutnya, Indonesia membutuhkan banyak insinyur untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur, khususnya di bidang ketahanan energi.

"Yang dilahirkan ITB itu masih sangat kurang untuk insinyur, itu harus ditambah," ujar Luhut di kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Sabtu (13/7/2016).

Ia merasa perlu ikut mendorong ITB guna mengatasi krisis insinyur. Demikian kampus teknik pertama di Indonesia ini kian berkontribusi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang andal.

Penambahan kampus, menurutnya, bisa menjadi formulasi agar lulusan insinyurnya tambah banyak. Diharapkan jebolannya bisa kian andil memperkuat pembangunan negeri.

"Saya laporkan tadi ke Pak Rektor, punya tugas tambahan untuk membentuk kampus lagi di luar yang di Bandung ini," katanya.

Dewasa ini, ia menilai, tenaga enginer masih cenderung minim. Padahal, pada kementeriannya sangat membutuhkan insinyur-insinyur yang berpotensi.

"Kita kebanyakan ilmu sosial, ahlinya ahli politik. Insinyur kurang. Makanya banyak yang ingin jadi politikus," tukasnya.(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: