SABTU, 13 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Institut Teknologi Bandung (ITB) diyakini sebagai universitas teknik pertama di Indonesia, sekaligus jadi Lembaga Pendidikan Tinggi di zaman Hindia Belanda. Namun hingga saat ini boleh dibilang hanya separuh saja program studi (prodi) yang terakreditasi Internasional.


Rektor ITB, Kadarsah Suryadi menyampaikan pihaknya menargetkan seluruh prodi bisa terakreditasi internasional pada tahun 2019 mendatang. Kini dari 43 prodi yang ada, baru 22 yang sudah terakreditasi Internasional.

"Kita usahakan sampai akhir periode menjabat  sudah selesai," ujar Kadarsah, di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Sabtu (13/8/2016).

Dikatakan, pada tahun 2016 ini akan ada tujuh prodi lagi yang terakreditasi Internasional. Diketahui, sejauh ini untuk akreditasi Internasional untuk jurusan teknik dari ABET, Sains dari ASIIN, Manajemen dari ABEST 21, Arsitektur adalah KAAB dan Kimia dari RSC.

"Akhir tahun ini mudah-mudahan bertambah jadi 29 prodi yang terakreditasi internasional," harapnya.

Sementara itu, kepala humas ITB, Budi Mulyadi menambahkan, akreditasi Internasional yang kini sudah didapatkan ITB dari  Amerika Serikat, German, Jepang, Korea, Inggris dan Asosiasi Perguruan Tinggi di ASEAN. Pihaknya akan mengusahakan tahun 2019 seluruh prodi bisa terakreditasi Internasional.

"Sekarang kami sedang usahakan untuk akreditasi ini, kedepan seluruh prodi bisa dapat akreditasi Internasional," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: