SELASA, 9 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Beberapa saat yang lalu, Yohanes S.H., Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan akhirnya memutuskan untuk melakukan penundaan sementara pembacaan vonis hingga hari Kamis (11/9/2016) mendatang terhadap Fannya Safriansyah, seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


Menyikapi hal tersebut, Ivan Haz mengatakan "saya sama sekali tidak tahu menahu apa penyebab dan alasannya terkait dengan penundaan pembacaan putusan vonis oleh Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan yang seharusnya dibacakan hari ini namun ternyata ditunda hingga Kamis mendatang, yang jelas kalau saya tidak salah dengar Hakim sempat mengatakan bahwa penundaan pembacaan vonis terkait dengan ketidakhadiran Anggota Majelis Hakim lainnya dalam persidangan" katanya sesuai mengikuti jalannya persidangan di PN Jakarta, Selasa sore (9/8/2016).

"Kondisi kesehatan saya dalam beberapa hari belakangan ini bisa dibilang sebenarnya kurang baik, dokter spesialis syaraf menyarankan saya untuk beristirahat total setidak-tidaknya selama 7 hari  atau 1 minggu, namun kenyataannya saya hari ini tetap datang ke PN Jakarta Pusat, untuk selanjutnya saya pasrah dan siap menerima terkait dengan putusan vonis yang rencananya akan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim pada hari Kamis mendatang (11/9/2016)"kata Ivan Haz.

Sementara itu, Yohanes, Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan di dalam Ruang Sidang Mr. Kusuma Atmadja III, Gedung PN Jakarta Pusat beralasan bahwa penundaan pembacaan vonis terhadap terdakwa saudara Fanny Safriansyah atau yang akrab dipanggil dengan Ivan Haz tersebut karena terkait dengan ketidakhadiran seorang Anggota Majelis Hakim.


Sedangkan 2 Hakim Anggota lainnya yang turut hadir mendampingi Ketua Ketua Majelis Hakim dianggap tidak mengetahui seluk beluk kasus perkara penganiayaan dan kekerasan fisik terhadap seorang pembantunya yang bernama Toipah ldengan terdakwa Ivan Haz yang selama ini ditangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil putusan vonis dalam kasus Fanny Safriansyah atau Ivan Haz di PN Jakarta Pusat.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: