SABTU, 13 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Jaksa Agung Republik Indonesia H.M. Prasetyo  dalam keterangan resminya memastikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Dudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Tomo Sitepu tidak terlibat, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam kasus perkara suap yang melibatkan PT. Brantas Abipraya (BA).


Penegasan tersebut secara langsung disampaikan oleh Jaksa Agung H.M. Prasetyo untuk menjawab adanya keterangan terdakwa dalam pemeriksaan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengatakan "saya kira sikap kita jelas, berdasarkan hasil pemeriksaan internal yang dilakukan secara intensif sebelumnya yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAMWas), maka dengan ini saya jelaskan sekali lagi bahwa yang bersangkutan keduanya tidak ditemukan adanya keterlibatan antara satu sama lainnya, kecuali saudara Marudut yang memang secara aktif diduga sebagai pihak yang telah memberikan suap" katanya di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (12/8/2016).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, beberapa waktu yang lalu pihak penyidik KPK telah berhasil menangkap beberapa orang dan juga beserta beberapa barang bukti dalam sebuah Operasi Tangkap Tangkap (OTT). KPK menangkap Direktur Keuangan PT. BA yaitu Sudi Wibtoko, Senior Manager PT. BA yaitu Dandung Pamularso dan Marudut di sebuah hotel di daerah Cawang, Jakarta Timur, Kamis (31/3/2016) beberapa bulan yang lalu.

Selain menangkap 3 tersangka, dalam OTT tersebut pihak penyidik KPK jug berhasil mengamankan beberapa barang bukti antara lain berupa uang tunai sebesar 148 ribu United States Dolar (USD) yang diduga bertujuan supaya kau menghentikan kasus perkara PT. Brantas Abipraya (BA). Awalnya kasus tersebut ditangani di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, namun dengan alasan kecil kemungkinan menimbulkan kerugian negara, maka kemudian kasus tersebut akhirnya dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: