RABU, 31 AGUSTUS 2016

LARANTUKA --- Jalan Trans Adonara yang menghubungkan Desa Wailebe Kecamatan Wotan Ulumado dan Desa Waiwerang Kecamatan Adonara Timur masih dibiarkan rusak parah.


Jalan alternatif sepanjang 26 kilometer yang melewati Desa Wailebe, Samasoge, Oyang Barang, Kluke Nuking, Pandai dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Wotan Ulumado yang menghubungkan pantai utara dan selatan ini ramai dilewati kendaraan.

Abdul Syukur salah seorang warga Waiwerang yang dijumpai Cendana News di saat melintasi jalan ini Selasa (30/8/2016) mengatakan, tiap tahun jalan semakin parah namun Pemda Flotim terlihat masa bodoh.

“Jalan ini satu-satunya jalan yang ramai dilintasi kendaraan sebab masyarakat yang pergi pulang kota Larantuka dari Pelabuhan Tobilota maupun Wailebe selalu melintasi jalan ini,” ujarnya.

Akses kapal motor menuju Larantuka dari 2 pelabuhan laut di Pulau Adonara ini kata Syukur, bisa dilakukan 24 jam dan kapal motor pun banyak tersedia. Bila ada kebutuhan mendesak di malam hari dan hendak ke Larantuka, pasti warga di Adonara Timur memilih jalan ini.

Kondisi demikian sebut nelayan ini,membuat masyarakat yang menggunakan sepeda motor pribadi lebih memilih berangkat dan tiba di pelabuhan ini baru melewati jalan darat ke desa lainnya di Kecamatan Wotan Ulumado maupun ke Waiwerang dan sekitarnya.


Hal senada juga disampaikan Andreas Boli warga lainnya yang melintasi jalan ini. Pasien gawat darurat yang dibawa menggunakan mobil melintasi jalan ini katanya, ada yang meninggal di jalan, bahkan ibu-ibu yang hendak melahirkan bisa-bisa melahirkan di jalan akibat buruknya jalan ini.

“Kami kasihan bila melihat ada orang sakit yang hendak dibawa ke rumah sakit di Kota Larantuka menggunakan mobil melewati jalan ini,” ungkapnya.

Kondisi jalan yang rusak sambungnya menyebabkan waktu tempuh Wailebe-Waiwerang minimal satu jam perjalanan. Dirinya menyayangkan kenapa Pemda Flotim mengaspal ulang jalan raya Waiwerang-Lamahala dan beberapa ruas jalan di Waiwerang Ibukota Kecamatan Adonara Timur.

“Jalan-jalan tersebut baru beberapa bulan diaspal dan masih bagus tapi kenapa diaspal kembali. Ini kan aneh, masih banyak jalan yang rusak tapi dibiarkan,” sesalnya.

Hasil pantauan Cendana News saat melintasi jalan ini, dari Dermaga Wailebe jalan masih beraspal hingga ke Desa Wailebe sejauh sekitar 1 kilometer. Selepasnya hampir 3 kilometer merupakan jalan tanah dan sedang dikerjakan.

Sisanya merupakan bekas jalan aspal dimana hampir semua aspalnya sudah terkelupas dan bebatuan berserakan di sepanjang jalan. Bahkan di depan Kantor Camat Wotan Ulumado, kondisi jalannya pun sangat memprihatinkan.

Memasuki Terong jalan aspal mulus mulai terlihat hingga sampai ke Waiwerang. Sepanjang perjalanan terlihat banyak sepeda motor yang hilir mudik melintasi jalan ini. Juga ada beberapa pick up dan satu dua mobil pribadi.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: