SELASA, 16 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Salah seorang pasien (residen) rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Rehabilitasi (loka rehabilitasi) narkoba kabur saat menjalani masa rehabilitasi selama beberapa bulan di rumah sakit tersebut. Menurut staff umum atau bagian rumah tangga loka rehabilitasi Edwin Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba Kalianda kaburnya residen narkoba tersebut terjadi saat sedang menjalani proses pengobatan. Ia membenarkan salah satu residen yang tengah menjalani rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna dan pecandu narkoba tersebut.


Sementara itu berdasarkan data saat ini rumah sakit rehabilitasi narkoba di kota Kalianda tersebut telah merehab sebanyak 36 residen dari beberapa wilayah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sementara total kapasitas rumah sakit tersebut diantaranya terdiri dari 75-100 residen yang terdiri dari gedung primary male (ruang khusus laki laki) dan gedung primary female (ruang khusus perempuan).

“Sesuai prosedur residen yang menjalani rehabilitasi telah menjalani assesment dan persetujuan dari keluarga sehingga saat terjadi kasus split atau kabur kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarga"ungkap Edwin saat dikonfirmasi media Cendana News, Selasa (16/8/2016)

Ia mengungkapkan upaya kabur residen yang identitas dan asal residen dirahasiakan guna melindungi privasi residen terjadi melalui tembok sekitar rumah sakit rehabilitasi yang tingginya mencapai dua meter. Seluruh petugas keamanan rumah sakit yang berjumlah 16 telah melakukan upaya pencarian hingga ke desa desa sekitar rumah sakit meski tidak membuahkan hasil.

Edwin juga memberi catatan bahwa peristiwa kaburnya residen tersebut baru kali ini terjadi meski sebagai salah satu rumah sakit rehabilitasi narkoba merupakan hal biasa karena berhubungan dengan masing masing residen diantaranya tidak betah berada di loka tersebut sehingga memutuskan kabur. Upaya selanjutnya pihak rumah sakit akan melakukan laporan ke pihak keluarga residen yang kabur dan merupakan residen volunterry (sukarela).

Menurut Edwin,bangunan loka rehabilitasi narkoba yang dibangun di sekitar area gedung olahraga mini, gedung olahraga serta taman kota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan semula merupakan rumah sakit umum dan dialihfungsikan menjadi rumah sakit rehabilitasi narkoba.

Pengoperasian rumah sakit loka rehabilitasi narkoba di wilayah Lampung Selatan tersebut menurut staff umum rehabilitasi Edwin dilakukan untuk merehabilitasi pasien yang mengalami adiksi (kecanduan) pada zat zat terlarang. Berdasarkan data sementara pasien yang direhab di loka rehabilitasi narkoba sebanyak 36 orang pasien berasal dari wilayah Lampung dan sebagian dari luar Lampung. Meski demikian rumah sakit tersebut baru akan diresmikan pada bulan September yang akan diresmikan langsung oleh kepala BNN Komjen Budi Waseso.

"Daya tampung pasien di loka rehabilitasi narkoba mencapai 120 orang dan tenaga medis serta perawat sebanyak 42 orang, semua pasien yang berobat di loka rehabilitasi tak dikenakan biaya alias gratis,"ungkap Edwin.


Pembangunan loka rehabilitasi narkoba di Kelurahan Way Lubuk Kecamatan Kalianda Lampung Selatan merupakan upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menekan pecandu narkotika. Sebelumnya Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah BNN, Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasari mengungkapkan, loka rehabilitasi dibangun di Lampung Selatan karena di Lido Jawa Barat sudah memiliki pasien cukup banyak sehingga perlu dibangun di tempat lain. 

Ia mengungkapkan idealnya dalam satu provinsi terdapat satu unit loka rehabilitasi narkoba, namun saat ini beberapa daerah yang memiliki loka rehabilitasi diantaranya, Bogor Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Batam Kepulauan Riau serta Lampung. Loka rehabilitasi narkoba bahkan menjadi loka rehabilitasi kelima yang ada di Indonesia.

Selama beroperasi, loka rehabilitasi dilengkapi dengan pelayanan yang menyediakan tenaga dokter umum, dokter spesialis jiwa, dokter spesialis penyakit, perawat, apoteker dan konselor.

Keberadaan loka rehabilitasi narkoba di Kalianda tersebut menurutnya dilengkapi dengan peralatan canggih yang akan digunaknan untuk mendeteksi zat zat yang terkandung dalam tubuh para penderita penyalahgunaan narkotika.

Ia mengungkapkan dasar terbentuknya loka rehabilitasi BNN Kalianda berdasarkan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 54,55, PP no.25 tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkotika dan Perka BNN No.08 tahun 2016 perubahan atas Perka BNN No.3 tahun 2014 tentang organisasi dan Tata Kerja Loka Rehabilitasi BNN.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: