SELASA, 30 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Menjelang hari raya Idhul Adha pemantauan terhadap ternak yang akan dijadikan kurban serta daging yang dijual dipasaran akan terus dilakukan oleh Dinas Peternakan (Disternak) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya khawatir dengan meningkatnya pembeli nantinya ada orang yang tidak tidak bertanggungjawab dengan menjual daging maupun ternak yang tidak layak konsumsi, sehingga dengan adanya pengawasan ekstra masyarakat bisa terjamin keberadaan daging maupun ternak yang dibeli untuk konsumsi pada lebaran kurban.

Arief Rusdi, Kepala Dinas Peternakan (Disternak) Kabupaten Sumenep.
Pemantauan ternak yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memastikan hewan maupun daging yang ada dipasaran dipastikan sehat tanpa ada penyakit yang membahayakan ketika dikonsumsi oleh masyarakat. Karena masyarakat yang membeli kebanyakan tidak mengetahui secara detail mengenai kondisi hewan maupun daging yang dibelinya, sehingga memang perlu pengawasan ekstra dari pihak terkait agar pembeli tersebut mendapatkan hewan maupun daging yang layak konsumsi.

“Mendekati hari raya Idhul Adha ini kami sudah membentuk tim yang akan melakukan pengawasan terhadap ternak yang ada di pasaran, sehingga setiap pasaran akan selalu mengecek keondisi ternak yang akan dijual, supaya ternak yang dibeli masyarakat benar-benar tidak berpenyakit. Makanya pengawasan ini akan selalu ditingkatkan hingga lebaran nanti” kata Arief Rusdi, Kepala Dinas Peternakan (Disternak) Kabupaten Sumenep, Selasa (30/8/2016).

Disebutkan, bahwa dengan momentum lebaran idhul Adha memang harus melakukan pengawasan secara ekstra terhadap ternak yang ada dipasaran, karena tinngginya permintaan terkadang ada hal-hal yang tidak diinginkan masih saja dilakukan oleh segelintir orang yang tidak bertanggungjawab untuk mendapatkan penghasilan. Sehingga untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, pengawasan terus ditingkatkan demi memberikan jaminan kepada masyarakat mengenai keberadaan hewan yang dijual dipasar.

“Pengawasan yang kami lakukan bukan kepada ternak saja, tetapi daging yang ada dipasaran juga diawasi secara ekstra, supaya daging yang beredar di daerah ini dapat dipastikan benar-benar sehat dan layak konsumsi. Kami sangat tidak menginginkan masyarakat nanti sampai menjadi korban adanya daging maupun ternak yang tidak layak konsumsi” jelasnya.

Meskipun daerah ujung timur Pulau Madura ini bukanlah daerah yang potensi penyakit ternak, bukan berarti harus diam saja. Tetapi lebih baik mencegah atau mengawasi sebelum ada ternak yang berpenyakit dijual dipasaran dan sampai dikonsumsi oleh masyarakat pada saat lebaran Idhul Adha. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: