SABTU, 20 AGUSTUS 2016

PAMEKASAN --- Menjelang hari raya Idul Adha sejumlah pedagang di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mulai banyak mengirim sapi lokal Madura ke Pulau Jawa. Hal itu memang biasa dilakukan setiap tahun pada menjelang lebaran kurban menyusul permintaan sapi di daerah tersebut meningkat drastis, sehingga sapi yang dikirim lebih mudah laku dengan harga lebih tinggi.


Mendekati momentum hari raya Idul Adha memang menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang biasa mengiri sapi ke Pulau Jawa, karena selain pangsa pasar lebih menjanjikan, kebutuhan sapi juga lebih banyak. 

“Kalau momentum hari raya Idul Adha memang banyak pedagang yang mengirim sapi ke Pulau Jawa, karena hasilnya lebih menjanjikan dengan dijual disini. Makanya setiap tahun pedagang banyak yang menjual kesana, hasilnya lumayan besar,” kata Moh. Zakki, salah seorang pedagang sapi asal Kabupaten Pamekasan, Sabtu (20/8/2016).

Disebutkan, kedepan pengiriman sapi ke Pulau Jawa akan meningkat, mengingat kebiasaan dari tahun-tahun sebelumnya ketika sudah mendekati hari raya Idul Adha kebutuhan sapi akan mengalami peningkatan yang cukup drastis. Biasanya dalam kondisi saat ini hanya mengirim satu kali seminggu, maka ketika mendekati lebaran kurban bisa mengirim tiga hari sekali.

“Kalau seperti sekarang masih kirim sapi seminggu sekali, kami menyeseuaikan dengan kebutuhan pembeli disana. Tetapi biasanya ketika mendekati lebaran Idul Adha bisa kirim tiga hari sekali, itupun lebih banyak lagi sapinya yang dikirim,” jelasnya.

Biasanya sapi tersebut dipasarkan ke beberapa daerah di Pulau Jawa, diantaranya, Kabupaten Probolinggo, Situbondo dan Lumajang. Ketiga daerah tersebut sangat prospek untuk menjual sapi loka Madura, karena kebanyakan konsumen menyukai sapi daerah ini dengan alasan dagingnya lebih lezat.


Sapi yang akan dipasok untuk kebutuhan hari raya kurban itu diangkut kedalam menggunakan perahu kayu agar dapat menghemat biaya angkutan, apalagi jarak tempuhnya lebih dekat dibandingkan menempuh jalur darat. Itupun jika menggunakan perahu hanya dikenakan tarif sebesar Rp. 30.000 per ekor.

“Saat ini kami masih kirim 100 ekor, itu kedepan kemungkinan besar permintaan akan mengalami peningkatan,” paparnya.
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: