SELASA, 16 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan reformasi hukum menjadi aspek strategis dalam rangka percepatan pembangunan, mengatasi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan sosial.


"Reformasi harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga ke hilir," kata Jokowi di Gedung Kura Kura Ruang Paripurna I, Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (16/8/2016).

Jokowi menjelaskan dari hulu yakni reformasi institusi aparat penegak hukum yaitu polri dan kejaksaan. 

Untuk itu, ia minta aparat kedua institusi hukum tersebut, semestinya meningkatkan profesionalisme.

Disebutkan, bagian vital dari reformasi hukum adalah reformasi dalam institusi Polri dan kejaksaan. Bukan reformasi tambal sulam, Untuk itu profesionalisme Polri dan kejaksaan terus ditingkatkan.

Selain itu, Jokowi Menambahkan, kualitas aparatur sipil negara, harus juga terus ditingkatkan, agar semakin kompetitif dan memenuhi tuntutan masyarakat secara umum.

Lebih lanjut, dia menuturkan, Dalam rangka menguatkan rasa keadilan,pemerintah telah melakukan terobosan-terobosan dalam perlindungan terhadap kelompok marjinal.

"Ya seperti disabilitas, pemerintah telah menargetkan lebih dari 55.000 orang penyandang disabilitas untuk menerima Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) 2016" tandasnya(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: