KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana akan menghadirkan beberapa saksi ahli Psikologi Forensik yang sebelumnya pernah melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan dan kejiwaan terhadap terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam persidangan lanjutan "kopi sianida" di PN Jakarta Pusat. Sebelumnya Jessica didakwa meracuni I Wayan Mirna Salihin dengan racun Sianida saat mereka ngopi bareng di Cafe Olivier, Rabu (6/1/2016) yang lalu.

Otto Hasibuan S.H., Ketua tim kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica Kumala Wongso
Terkait dengan adanya rencana dari JPU tersebut, maka tim kuasa hukum sekaligus pengacara terdakwa Jessica telah menyampaikan keberatannya secara resmi kepada Kisworo S.H., Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan. Pihak Jessica menilai berdasarkan keterangan klien nya, Jessica mengaku keberatan dengan keterangan-keterangan yang diungkapkan oleh seorang saksi ahli Psikologi, salah satunya adalah  Antonia Ratih Adjayani.

Ketiga saksi yang dimaksudkan oleh pihak kuasa hukum dan pengacara Jessica tersebut adalah beberapa ahli Psikologi Forensik dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) dr. Cipto Mangunkusomo Jakarta, masing-masing diantaranya adalah  Dr. Winardi, Dr. Djarot dan Dr. Natalia.
Dimana ketiga saksi ahli tersebut sebelumnya sudah pernah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, sehingga independensinya diragukan.

Namun rupanya pihak JPU membantah dengan tegas terkait dengan adanya pernyataan dari pihak Jessica Kumala Wongso tersebut, menurut pendapat JPU, pihak penyidik dan pihak penuntut umum berhak menghadirkan para saksi maupun saksi ahli untuk dimintai keterangannya untuk kepentingan pengungkapan sebuah kasus perkara dalam persidangan di Pengadilan.

Otto Hasibuan S.H., ketua tim kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica mengatakan "kami jelas keberatan dengan adanya rencana JPU yang akan menghadirkan beberapa saksi ahli Psikologi Forensik, alasannya karena mereka kan sudah pernah menjalani pemeriksaan pada tingkat penyidikan oleh pihak kepolisian dari Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, sehingga mereka tidak perlu dihadirkan kembali sebagai saksi ahli dalam persidangan klien kami" katanya di PN Jakarta Pusat sebelum persidangan, Kamis pagi (18/8/2016).

"Apabila seorang saksi yang akan dihadirkan dalam suatu persidangan sebelumnya pernah diperiksa dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, kami khawatir kesaksian yang bersangkutan dalam persidangan diragukan kenetralannya dan independensinya, yang dimaksud saksi ahli harusnya sama sekali belum pernah berinteraksi dengan terdakwa, kenyataannya mereka kan pernah memeriksa kondisi kejiwaan klien kami di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo beberapa bulan yang lalu" demikian dikatakan Otto Hasibuan S.H., di PN Jakarta Pusat, Kamis pagi (18/8/2016).(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: