SENIN, 15 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, nilai neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2016 tercatat mengalami surplus sebesar 598,3 juta Dolar Amerika (USD). Salah satu pemicunya adalah terjadinya surplus pada sektor non migas sebesar 1.073,4 juta USD, namun pada sektor migas ternyata mengalami defisit sebesar 475,1 juta USD.


Sementara itu apabila dilihat dari sisi volume perdagangan, pada bulan Juli 2016 neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 28.364,4 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan non migas sebesar 28.506,4 ribu ton, walaupun neraca volume perdagangan migas tercatat mengalami defisit sebesar 142,0 ribu ton.

Suryamin, Kepala BPS Pusat mengatakan, neraca perdagangan Indonesia Juli 2016 mengalami surplus 598,3 juta Dolar Amerika, maka dengan demikian realisasi kinerja neraca perdagangan antara bulan Januari dengan bulan Juli 2016 mengalami surplus 4,17 miliar Dolar Amerika.

"Sedangkan perincian nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar 79,08 miliar US Dolar, sedangkan nilai impor sebesar 74,91 miliar US Dolar, sedangkan surplus yang terjadi pada tahun kalender tersebut jauh lebih rendah sebesar 28,80 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu Year on Year (YoY)" katanya saat menggelar acara jumpa pers di Kantor BPS Pusat, Senin siang (15/8/2/2016).

Sepanjang bulan Januari hingga bulan Juli tahun 2015 yang lalu, kinerja neraca perdagangan tercatat sebesar mengalami surplus sebesar 5,86 miliar Dolar Amerika, sedangkan neraca perdagangan pada periode yang sama secara YoY tahun 2014 tercatat mengalami defisit sebesar sebesar 1,08 miliar Dolar Amerika, sedangkan defisit tercatat bertambah sebesar 5,67 miliar Dolar Amerika, antara bulan Januari hingga bulan Juli  2014.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: