SENIN, 15 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Bertempat Gedung III Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, BPS kembali merilis perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah terhadap 4 mata yang asing yang paling banyak diperdagangkan, antara lain Dolar Amerika (US Dolar), Yen Jepang (JPY), Dolar Australia (AUD) dan mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro).


Perkembangan nilai tukar eceran Rupiah pada bulan Juli 2016 tercatat terapresiasi (menguat) sebesar 0,55 % terhadap Dolar Amerika (USD), Rata-rata level tertinggi secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Dolar Amerika terjadi pada minggu ketiga bulan Juli 2016 yang mencapai Rp. 13.074 per 1 US Dolar. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang mencapai Rp. 12.913 per 1 US Dolar pada minggu ketiga bulan Juli 2016.

Sementara itu, perkembangan nilai tukar eceran Rupiah terdepresiasi (melemah) terhadap Dolar Australia (AUD) pada bulan Juli 2016, Rata-rata level terendah secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Dolar Australia terjadi pada minggu kedua bulan Juli 2016 yang mencapai  Rp. 9.888,66 per 1 Dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Maluku Utara yang mencapai Rp. 10.020 per 1 Dolar Australia terjadi pada minggu kedua bulan Juli 2016.

Sedangkan perkembangan nilai tukar eceran Rupiah terapresiasi (menguat) terhadap Yen Jepang (JPY) pada bulan Juli 2016, Rata-rata level tertinggi secara nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap Yen Jepang terjadi pada minggu ketiga bulan Juli 2016 yang mencapai Rp. 123,32 per 1 Yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai Rp. 116,50 per 1 Yen Jepang terjadi pada minggu ketiga bulan Juli 2016.

Perkembangan nilai tukar eceran Rupiah rupanya juga terapresiasi (menguat) terhadap mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro), level tertinggi kurs tengah Rupiah terhadap  Euro terjadi pada minggu ketiga bulan Juli 2016 yang mencapai Rp. 14.424,57 per 1 Euro. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah Rupiah terjadi di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai Rp. 14.250 per 1 Euro.

"Secara keseluruhan, bisa dikatakan perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah sepanjang bulan Juli 2016 terhadap beberapa mata uang asing cenderung terapresiasi atau menguat, misalnya terhadap Dolar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY) dan mata uang negara-negara Uni Eropa (Euro), namun nilai tukar eceran mata uang Rupiah ternyata terdepresiasi (melemah) terhadap mata uang Dolar Australia (AUD) pada bulan Juli 2016," sebut Suryamin, Kepala BPS Pusat, saat jumpa pers di kantornya, Senin siang (15/8/2016).
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: