SELASA, 30 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Korban meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue di tahun 2016 di kota Balikpapan tercatat mencapai 20 jiwa. Adapun kasus DBD mencapai 3.048 kasus hingga akhir Agustus ini.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP mengungkapkan, dilihat dari jumlah kasus meningkat saat ini meningkat apabila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu. 

"Tahun lalu kasusnya hanya 2.100 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia akibat DBD sebanyak 26 jiwa. Ini sangat mengkhawatirkan," katanya, Selasa (30/8/2016).

Dengan kondisi meningkatnya jumlah kasus, pihaknya mengingatkan kepada warga untuk berperan aktif dalam mencegahnya, karena penanggulangannya bukan tugas 100 persen dari pemerintah. 

“Kita tak dapat melakukan apa-apa, kita hanya bisa memberikan abate, edukasi mengenai 3M kemudian melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Itulah yang bisa kita lakukan ke masyarakat supaya mereka memahami," terang Balerina dengan lugas.

Balerina mengatakan sosialisasi ke warga bekerjasama dengan kelurahan untuk mencegah dan menekan DBD sudah dilakukan. "Kelurahan bersama RT setempat harus giat melakukan pembersihan massal setiap minggu agar jentik nyamuk dibasmi dengan cepat," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Balikpapan, Amir mengaku anaknya terserang DBD dan dinyatakan setelah melakukan cek darah.

"Trombositnya turun sekali. Memang panas sudah tiga hari, sempat turun kemudian demam lagi. Kami waspada ketika anak terserang demam," ungkapnya saat dirumah sakit kota Balikpapan.

Amir berharap anaknya yang berusia 8 tahun segera sehat dan tidak terjangkit lagi. "Padahal dirumah sudah melakukan PSN seperti saran pemerintah, tapi namanya nyamuk mau bagaimana," tutupnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: