JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Secara nasional perkembangan hasil sementara pendaftaran usaha berdasarkan sensus ekonomi tahun 2016 tahap awal terkait dengan hasil pendaftaran usaha Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) non pertanian tercatat mencapai 26,7 juta usaha. Meningkat 17,6 persen jika dibandingkan dengan jumlah usaha hasil Sensus Ekonomi tahun 2006 yang tercatat sebanyak 22,7 juta usaha.


Sedangkan dari sebanyak 26,7 juta usaha berdasarkan hasil SE 2016 tercatat sebanyak 7,8 juta usaha yang menempati bangunan khusus sebagai tempat usaha. Dengan demikian sebanyak 18,9 juta usaha tidak menempati bangunan khusus usaha, seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima dan lain sebagainya.

Jika dilihat berdasarkan pulau, Pulau Jawa merupakan salah satu merupakan pulau dengan jumlah usaha terbanyak, yaitu tercatat sekitar 16,2 juta usaha. Namun jika dilihat dari pertumbuhannya, Pulau Jawa memiliki pertumbuhan usaha terendah yaitu sebesar 11,9 persen, sementara Maluku dan Papua merupakan pulau dengan pertumbuhan usaha tertinggi yaitu sebesar 51,7 persen.

Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) dilaksanakan khususnya terkait dengan adanya penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dimana kekuatan dunia usaha memang perlu dipetakan. Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 yang baru saja selesai dilaksanakan oleh BPS menghasilkan informasi awal berupa usaha di luar sektor pertanian.


"Dari sebanyak 26,7 juta usaha berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 tercatat sebanyak 7,8 juta usaha yang menempati bangunan khusus untuk tempat usaha, dengan demikian sebanyak 18,9 juta usaha tidak, misalnya seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima dan lain sebagainya" kata Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat di Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Suryamin mengatakan "berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 tantangan yang akan dihadapi Indonesia cukup berat di era persaingan bebas, mengingat lebih dari 70 persen usaha ternyata tidak menempati bangunan yang memang khusus diperuntukkan bagi kegiatan usaha, dengan demikian produktivitas dan daya saing usahanya perlu ditingkatkan" katanya kepada wartawan saat jumpa pers di kantornya.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: