SENIN, 15 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Kabut asap yang terjadi akibat pembakaran lahan, mulai mengganggu aktifitas lalu lintas di Kalimantan Barat. Seperti yang terpantau di persimpangan lampu merah Jalan Tanjung Raya II dan Jalan Tanjung Raya I Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.


Menurut warga Kecamantan PontianakTimur bernama Kaswan, dirinya mengak terjebak kemacaten di persimpangan lampu merah tersebut selama satu jam. Ia berkata, dalam dua minggu ini pengaruh kabut asap berdampak bagi lalu lintas di jalan raya.

“Ini tadi sore tak terlihat lampu merah di persimpangn Jalan Tanjungraya II dan Tanjunng Raya I. tertutup kabut asap,” tuturnya kepada Cendana News, Senin (15/8/2016).

Dikatakan, dampak kabut asap ini juga pada kesehatan. Ia mengaku, sudah seminggu ini anaknya diperiksa kesehatan ke puskesemas terdekat. Hasilnya, bahwa anaknya menderita sakit radang tenggorokan.

 “Anak saya yang kedua sakit tenggorokan. Ini lagi tahap penyembuhan. Kata dokter Puskesmas, sakit radang tenggorokan,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Pontianak, para pengguna jalan masih belum menggunakan masker. Warga setempat berlasan, karena masker yang digunakan cepat rusak. Hal itu pula malah menambah pengeluaran.

“Masker yang beli cepat rusak. Rp 7 ribu satu bungkus. Saya biasanya pakai sapu tangan aja,” ujar warga Kecamatan Pontianak Timur, Nirbaya.
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: