SABTU, 27 AGUSTUS 2016

LOMBOK --- Musim kemarau basah sebabkan daun tembakau milik petani Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengandung kadar air cukup tinggi musim tanam kali ini, sehingga menyebabkan kualitas kematangan tembakau saat diomprong tidak bagus dan gosong terbakar.


"Kematangan daun tembakau yang diomprong sekarang ini tidak bagus, banyak yang terbakar dan hitam, karena terlalu banyak mengandung air" kata Sadri, petani pengomprong tembakau Desa Kateng, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Sabtu (27/8/2016).

Dengan kondisi daun tembakau yang terlalu banyak mengandung air tersebut, dirinya mengaku harus lebih hati-hati dalam mengatur perapian selama proses pengomprongan.

Sebab kalau itu tidak dilakukan, akan semakin banyak daun tembakau yang terbakar dan gosong selama proses omprongan berlangsung dan jelas tidak akan mau diambil pihak gudang (perusahaan).

"Harus pandai-pandai dalam mengatur perapian selama proses omprongan berlangsung, karena kalau tidak, kita bisa rugi" ungkapnya.

Ahyar, petani omprongan tembakau, Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, musim tanam tembakau 2016 memang kurang menguntungkan bagi petani tembakau basah maupun omprongan.

Selain banyak tanaman tembakau petani yang mati karena terkena air hujan, juga mengakibatkan kadar air yang terkandung pada daun tembakau petani lain sangat banyak dan hasilnya kurang bagus saat proses omprongan.

"Namanya perusahaan tembakau, paling teliti dan tidak pernah mau rugi, sedikit saja kualitas daun tembakau omprongan rusak pasti dibuang atau ditolak masuk gudang" ungkapnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: