SABTU, 20 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Komunitas sepeda motor Jogja Istimewa Max Owner (JIMO) menggelar konvoi simpatik dari Komplek Kantor Gubernuran DI Yogyakarta menuju obyek wisata Tebing Breksi di Prambanan, Sleman, Sabtu (20/8/2016). Konvoi diadakan sebagai bentuk kampanye tertib berkendara, dan menjalin persatuan di antara anak bangsa dari banyak daerah di Indonesia.


Tak sekedar konvoi atau touring, komunitas pecinta sepeda motor matic Indonesia Max Owner (IMO) wilayah DI Yogyakarta yang tergabung dalam JIMO, juga menggelar pasar murah sembako bagi masyarakat kurang mampu di kawasan obyek wisata Taman Tebing Breksi, Prambanan, Sleman. Selain itu, peserta yang datang dari 31 kota besar di Indonesia juga melakukan bakti sosial di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Ketua JIMO, Hermawan Adi Candra, ditemui di Kepatihan Komplek Kantor Gubernuran DI Yogyakarta, mengatakan, kegiatan konvoi disertai bakti sosial merupakan upaya merubah anggapan masyarakat yang selama ini menilai kegiatan konvoi kendaraan hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Karenanya, kata Adi, peserta konvoi tetap diwajibkan mematuhi peraturan lalu lintas, seperti penggunaan helm dankelengkapan kendaraan serta berkendara yang aman serta beretika.

Dalam upaya itu, lanjut Adi, peserta konvoi yang berjumlah 1.000 lebih dilepas secara bergelombang atau berkelompok, dengan setiap kelompok berjumlah 15 sepeda motor dan dikawal petugas polisi. Ini dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan, dan saat berhenti di lampu merah tak menyebabkan penumpukan kendaraan.


Kegiatan ini, kata Adi, juga sebagai upaya menyambung silaturahmi di antara anak bangsa, mengingat peserta tidak hanya datang dari wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Melainkan, juga dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, dan banyak lagi. Dengan jumlah peserta sesuai daftar sebanyak 1.168 kendaraan, kata Adi, konvoi dikemas dalam berbagai kegiatan yang memberi nilai manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, koordinator lapangan, Indra Barata mengatakan, konvoi dengan kegiatan yang dipusatkan di Taman Tebing Breksi Prambanan juga disertai dengan penanaman lima pohon langka, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. 

Dengan semangat membangun kesadaran tertib berlalu-lintas, katanya, konvoi selalu digelar dengan mematuhi peraturan. Penggunaan sirine tak dibolehkan, dan peserta wajib mengenakan sepatu sebagai salah satu syarat berkendara yang aman.

"Dengan anggota simpatisan sebanyak 300 orang dan anggota resmi sebanyak 150 orang, JIMO secara berkala mengadakan pelatihan ilmu berkendara yang aman dan beretika,"pungkasnya.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: