MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

SOLO --- Bahaya narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, terutama di lingkungan masyarakat perkotaan. Untuk meminimalisir dan memberikan informasi yang benar, sebuah kampung di Solo, Jawa Tengah mempunyai cara tersendiri. Salah satunya dengan memasang spanduk  dan mengkampayekan bahaya narkoba yang digelar secara serentak.


Warga Kampung Sanggung, RW 21, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo yang tengah menggalakkan perang terhadap barang haram tersebut. Pentingnya membentengi terutama generasi penerus bangsa, warga secara swadaya memasang spanduk secara massif di gapura-gapura pintu masuk.

“Pemasangan spanduk ini untuk mengingatkan seluruh warga, khususnya para pemuda agar tidak terjerumus. Jika sekali terkena, akan menjadi ketagihan dan ketergantungan. Sementara narkoba sendiri merusak moral bangsa Indonesia,” ucap Harminto, ketua RW setempat kepada Cendana News, Minggu siang (21/8/16).

Dijelaskan Harminto, dalam pemasangan spanduk anti narkoba yang dilakukan di pintu masuk kampong dan gang-gang ini bertujuan memberikan peringatan keras sekaligus membentengi generasi yang akan dating agat tidak terjerat. Sebab, pihaknya saat ini sangat prihatin dengan maraknya kasus narkoba.

“Narkoba sekarang tidak pilih –pilih orang, kalau dulu yang memakai atau yang terkena narkoba biasanya sudah dewasa dan orang berpunya. Saat ini masih kecil-kecil sudah banyak yang kena narkoba, mulai anak SMP, SMA, bahkan SD pun sudah ada yang menggunakan narkoba,” ungkapnya.    


Bersamaan dengan semangat Kemerdekaan Ri ke 71 ini, warga di Sanggung berharap agar narkoba ini dapat diberantas dengan tuntas.  Warga juga berharap agar adanya oknum-oknum pejabat Negara yang ikut dalam bisnis narkoba ini dapat copot dan diberi hukuman yang berat, karena turut serta membantu dalam merusak generasi bangsa.

“Harapan kami jangan sampai narkoba masuk ke kampong-kampung, karena saat ini memang sangat mengkhawatirkan kondisinya. Ditengah marakknya kasus narkoba, justru ada sentilan yang menyebutkan banyak  oknum dari berbagai lembaga yang ikut terlibat. Ini tidak boleh dibiarkan dan harus di usut tuntas,” pungkas Harminto saat diwawancarai Cendana News.
[Harun Alrosid]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: