MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

MALANG --- Munculnya Kampung Warna-warni di Kelurahan Jodipan dan kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian tidak hanya mendapat sambutan yang baik dari masyarakat tetapi juga mendapat respon positif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal tersebut disampaikan Walikota Malang, Mochamad Anton usai memberangkatkan peserta Festival Kendaraan Hias, Minggu (21/8/2106).


"Saya sudah minta ke Universitas Muhammadiyah Malang dalam minggu-minggu ini untuk menyiapkan semacam master plan untuk kedua kampung tersebut agar ada perencanaan khusus untuk destinasi wisata antara Jodipan dan Kesatrian, termasuk jembatan yang akan kita pasang disana," ungkap orang nomer satu di Pemkot Malang ini.

Walikota Malang yang akrab di sapa Abah Anton ini juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya akan menjadikan kedua kampung tersebut sebagai kampung wisata tetapi juga dikembangkan menjadi kampung produktif berupa kerajinan.

"Nantinya kedua kampung tersebut akan kita kembangkan menjadi kampung produktif sehingga bisa lebih banyak mendatangkan wisatawan dan agar wisatawan yang datang ke kampung tersebut tidak hanya bisa berfoto selfi tetapi juga bisa melihat kerajinan masyarakat disana,"jelasnya.


Hal senada juga disampaikan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni. Ia menggap munculnya kampung wisata Warna warni dan Tridi sebagai sebuah anugerah kepada kota Malang, karena sebenarnya kota Malang sendiri tidak banyak memiliki objek wisata.

"Pemerintah Kota Malang mendukung kegiatan-kegiatan serupa, karena semakin banyak muncul kampung-kampung tematik maka akan semakin banyak destinasi wisata yang kita miliki," ujarnya.

Namun begitu Ida mengakui bahwa masyarakat di kedua kampung tersebut belum siap menerima wisatawan. Karena menurutnya jika berbicara tentang pariwisata, wisatawan yang akan bekunjung ke suatu tempat wisata, ada tiga hal yang biasanya akan mereka cari yaitu yang pertama adalah apa yang mereka bisa lihat di tempat wisata tersebut, apa yang bisa mereka lakukan disana dan apa yang bisa mereka beli di tempat wisata tersebut. Dan dari ketiga komposisi tersebut, masyarakat di kampung warna warni dan Tridi dirasa masih belum siap.

"Oleh karena itu dibutuhkan polesan-polesan dari perguruan tinggi dan pemkot Malang untuk mengkondisikan agar kondisi kedua kampung tersebut benar-benar siap sebagai destinasi wisata,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: