SELASA, 16 AGUSTUS 2016

PONTIANAK --- Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Musyafak, meminta kepada para pengusaha perkebunan yang ada di wilayah ini untuk perduli lingkungan. Para pengusaha ini tergabung dalam organisasi Gabungan Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Barat diminta untuk peduli terhadap lingkungan sekitar perkebunan melalui pembentukan Desa Siaga Api.


"Kepada pengusaha di bidang perkebunan untuk bersatu padu menciptakan situasi yang kondusif dengan tidak membakar hutan dan lahan ketika melakukan land clearing. Karena dampak yang ditimbulkan cukup luar biasa," kata Musyafak, saat acara Rapat Kordinasi lintas sektoral di gedung Graha Khatulustiwa Mapolda Kalbar, Ahmad Yani Kota Pontianak, Selasa (16/8/2016).

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menegaskan, untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat, perlu adanya pemberdayaan warga masyarakat sekitar kebun. Tujuanya agar mereka ikut merasakan keberadaan kebun sawit di sekitar.

"Jangan sampai warga hanya jadi penonton di Negeri sendiri," tegas Cornelis.


Tokoh Masyarakat Tionghoa yang juga aktivis pemadam kebakaran masyarakat A Tanjaya memotivasi para pengusaha perkebunan melalui  pantun yang disusun cukup bagus, diantaranya adalah sedia payung sebelum hujan. 

"Lebih baik mencegah dari pada penanggulangan. Kalau sudah terjadi kebakaran lahan dan hutan. Berdoalah kepada Tuhan, untuk turunkan hujan. [Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: