RABU, 10 AGUSTUS 2016

BALI --- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku ‎telah membuat tim independen untuk melakukan investigasi terkait pengakuan Freddy Budiman yang disampaikan melalui Koordinator KontraS, Harris Azhar. Menurut Tito, tim independen itu terdiri dari lintas elemen mulai dari Propam, Bareskrim, Humas, Kompolnas, Imparsial, Setara Institute juga ada Efendi Gozali.


"Kita berterimakasih sama Pak Harris. Tim itu kita bentuk untuk menginvestigasi yang diketuai oleh Irwasum. Investigasi dilakukan untuk menelusuri pejabat polisi yang katanya menerima uang sebanyak Rp 90 miliar dari Freddy Budiman," papar Tito di Polda Bali, Rabu 10 Agustus 2016.

Ia mempersilahkan tim bekerja independen membongkar apa yang disebut oleh Freddy Budiman sesaat sebelum ia dieksekusi mati beberapa waktu lalu. Ia berharap tim itu dapat bekerja profesional, independen dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.‎ Nantinya, jika ucapan Freddy Budiman terbukti, Tito mengaku tak segan untuk mengambil tindakan tegas. 

"Apabila terbukti, tidak akan kami tutup-tutupi, karena komitmen Polri itu sangat jelas dalam pemberantasan narkoba," tegas Tito.

Menurut Tito, apa yang disampaikan oleh Freddy Budiman kepada Harris Azhar merupakan informasi awal, bukan merupakan alat bukti. Tim itu, sambung Tito, dibentuk untuk menggali bukti-bukti kuat seperti informasi awal yang disampaikan Freddy Budiman.‎ 

"Aliran dana Rp 90 miliar itu yang harus kita buktikan. Informasi itu kita terima dari Freddy melalui Harris Azhar. Itu adalah informasi bukan alat bukti," papar Tito.

Nantinya, jika ditemukan indikasi bukti kuat, Tito mengaku sanksi pidana bagi anggota bersangkutan sudah barang tentu menanti. Tetapi, jika dari hasil investigasi hal itu tak terbukti, maka proses penyelidikan independen akan dihentikan.

Berikut susunan tim independen yang dibentuk Kapolri:

Ketua:‎ Irwasum Komjen Dwi Priyatno
Anggota:

‎1. Koordinator Setara Institute Hendardi
2. Anggota Kompolnas Poengky Indarti.
3. Pakar komunikasi Effendi Ghazali.
4. Direktur Imparsial Al-araf

(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: