KAMIS, 18 AGUSTUS 2016

ACEH --- Setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia menggelar karnaval yang diikuti ratusan pelajar mulai dari murid Taman Kanak-Kanak (TK) hingga siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Di beberapa daerah bahkan ikut dimeriahkan oleh orang-orang dewasa dari sejumlah instansi.


Karnaval yang telah menjadi salah satu bagian dari memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), juga digelar di Lhokseumawe, Aceh. Ratusan peserta ikut terlibat, bahkan ribuan warga sangat antusias menyaksikan pagelaran setahun sekali tersebut.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, mengatakan, pawai karnaval menjadi salah satu ajang yang baik untuk mencintai budaya Indonesia. Karnaval menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak terlalu larut dalam budaya modern.

“Kemajuan arus globalisasi yang begitu cepat menjadi pengaruh yang begitu besar masuk kedalam masyarakat, pengaruh globalisasi tersebut merasuk dengan mudah kedalam remaja-remaja kita, tak jarang banyak budaya asing yang saat ini kita lihat menjadi trend di anak muda sekarang,” ujarnya.

Salah satu dampak negatif terhadap nilai-nilai nasionalisme, katanya adalah pengaruh negatif dibidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Ia berharap, karnaval menjadi salah satu antisipasi hilang rasa nasionalisme dalam diri generasi baru terutama para remaja.

Karenanya, lanjut Suaidi, melalui iven karnaval tersebut, ia berharap generasi baru menjadi lebih mencintai budaya sendiri. 

“Karnaval untuk mencintai budaya sendiri daripada budaya asing, dengan berbagai pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan berbagai ragam budaya dan corak yang ditampilkan peserta karnaval, menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang dapat memberikan pengetahuan tentang kekayaan budaya di Nusantara ini,” pungkas Suaidi Yahya.(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: