SABTU, 27 AGUSTUS 2016

MAUMERE --- Kasus penembakan warga Waioti Kota Maumere oleh anggota polisi Polres Sikka sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ketiga oknum polisi dan korban serta keluarganya sudah menyelesaikannya melalui prosedur hukum adat.

Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya,SIK,SH.
Demikian disampaikan Kapolres Sikka AKBP I Made Kusuma Jaya,SIK,SH saat ditemui wartawan di Mapolres Sikka, Jumat (26/8/2016). Dikatakan Kapolres Made, tiga oknum polisi yang bertugas di Polres Sikka ini sudah diperiksa dan ditahan di sel Mapolres Sikka.

“Pelaku penembakan sudah menjalani proses hukum dan di sel selama 21 hari di Mapolres Sikka,” ujarnya.

Kasusnya pun tambah Kapolres Made, sudah dituntaskan melalui hukum adat dimana pelaku penembakan membayar denda adat dan perdamaian secara adat bersama korban dan anggota keluarganya. (baca : Bercengkerama Bersama Teman, Edo Ditembak Oknum Bersenjata)
Terkait korban penembakan yang juga menjadi tersangka kasus pengeroyokan dan mendekam di sel Mapolres Sikka dirinya menambahkan, korban juga sudah dikeluarkan dan prosesnya dihentikan.

“Pelapor telah menarik laporan dan korban pun telah menyelesaikannya secara adat juga,” ungkapnya.

Tegas Kapolres Made, Hukum adat juga diatur dalam Undang-Undang dan kasusnya sudah diselesaikan dengan baik secara adat serta kedua belah pihak sudah saling memaafkan.

Yohanes Wilfridus, korban penembakan oleh oknum polisi yang sudah dibebaskan
Untuk diketahui, Yohanes Wilfridus (29) bersama ke empat teman lelakinya yang sedang duduk di teras depot air isi ulang Senin (19/2/2016) sekitar pukul 19.00 WITA didatangi tiga pria bermotor dimana dua orang mengendarai Yamaha Vixion sementara seorang lainnya mengendarai Yamaha Mio warna kuning.

Ketiga oknum tersebut akhinya diketahui bernama Brigpol AS, Bripda Eo dan Bripda SO. Ketiga oknum polisi yang bertugas di Polres Sikka ini sudah diperiksa dan ditahan di sel Mapolres Sikka.

Sementara Yohanes, korban penembakan juga ditahan setelah ada laporan masyarakat terkait kasus pengeroyokan terhadap warga lainnya. Pelaku yang sempat ditahan di sel Mapolres Sikka ini pun akhirnya dibebaskan usai penyelesaian secara kekeluargaan lewat hukum adat.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: