SENIN, 22 AGUSTUS 2016

LOMBOK --- Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, sebanyak 97,5 persen dari seluruh jumlah asset daerah atau sebesar Rp. 451,8 triliun dikelola oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD). Dengan besarnya pengelolaan dana tersebut, keberadaan BPD diharapkan lebih memiliki peran dan kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah.


"BPD di suatu daerah memiliki peran strategis terutama dalam hal pengelolaan aset dan keuangan daerah, dengan peran tersebut sudah seharusnya BPD bisa memainkan peran utama dalam memajukan pembangunan, khususnya bidang ekonomi daerah," kata Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI, Sjafrudin Mosi saat berbicara di acara seminar Internasional Efisiensi dan Stabilitas Keuangan Daerah di Hotel Santosa, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Senin (22/8/2016).

Ia mengatakan, tujuan diselenggarakan Seminar Internasional Efisiensi dan Stabilitas Keuangan Daerah adalah untuk meningkatkan pemahaman bersama tentang peran BPD sebagai agen pembangunan dan pentingnya regulasi yang mengatur tentang BPD.

Setelah diberlakukannya otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan perekonomian daerah. Pemberian wewenang yang besar tersebut direfleksikan dalam desentralisasi fiskal, politik, dan administrasi.

Sementara itu Gubernur NTB, Zainul Majdi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan akan menjadi motivasi dan pendorong bagi NTB khususnya seluruh perangkat pemerintahan untuk bekerja lebih baik lagi dan berikhtiar menghadirkan kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa.

"Pembangunan itu adalah upaya untuk mensinergikan seluruh modal yang ada demi mencapai tujuan bersama. Modal ada yang bersifat materi dan immateri, dimana salah satu modal materi adalah sumber daya keuangan dan bagi pemerintahan sumber itu adalah APBD,"sebutnya.

Keberadaan BPD diharapkan Pemda NTB bisa berkontribusi dalam mendorong pencapaian beberapa indikator pembangunan, termasuk diharapkan bisa menjadi satu contoh intitusi yang menerapkan tata kelola keuangan yang baik.

“Melalui seminar internasional ini apa yang menjadi harapan masyarakat NTB akan BPD yang semakin kontributif dalam pembangunan daerah diharapkan bisa terwujud," tutupnya.
[Turmuzi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: