SELASA, 30 AGUSTUS 2016

SOLO --- Kecintaan terhadap kota kelahiran dapat ditunjukkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan merekam segala aktivitas warganya melalui lensa foto. Maulana Surya seorang Jurnalis Foto di Solo, mengabadikan keberagaman wajah Kota Solo melalui pameran tunggalnya, dengan tajuk "Faces of Solo". 


Perlu perjuangan keras hingga Maul (sapaan akrab Maulana Surya), bisa melaunching karya perdananya ini. Selama 365 hari atau setahun penuh, Maul berusaha menceritakan keberagaman wajah Solo melalui aktivitas para tetangga, warga ataupun semua aktivitas yang ada di Solo dengan sebuah lensa. 

“Apapun aktivitas itu, saya lebih menyukai memotret ekspresi wajah. Karena di sana kita bisa memahami beragam cerita” ucap Maul mengawali obrolan dengan Cendana News, Selasa siang (30/8/16). 


Pameran foto bertajuk faces of solo yang menyajikan 365 foto ini dipamerkan di Lumbung Batik, Laweyan, Solo, selama 3 hari, mulai tanggal 28 - 30 Agustus 2016. Selama pameran masyarakat diajak sejenak melihat ratusan ekpresi wajah penduduk Solo. Mulai dari aktivitas di pasar, sekolah, car free day, hingga aktivitas rutin yang setiap hari dilakukan warga Solo. 

“Prinsipnya, satu hari satu foto selama satu tahun,” jelasnya. 

Keinginan Maul yang sudah diawali pada 2011 silam dan baru terealisir pada 2016 ini, untuk mengetahui seperti apa sebenarnya wajah Solo sebagai kota kelahirannya tersebut. Dengan keberagaman dan kemajemukan yang ada, pria 28 tahun itu mencoba mencari karakter penduduk Solo yang selama ini dikenal ramah. 


“Karena lahir dan hidup di Solo, saya ingin menyuarakan cerita-cerita mereka yang saya rekam melalui foto,” urainya. 

Diceritakan Maul,  perjuangan keras untuk bisa mengabadikan beragam wajah Solo diawal pada 2011 silam. Saat itu Maul sudah mulai projectnya dengan satu hari satu foto. Namun belum juga genap selama satu tahun, ada tuntutan yang membuat dirinya harus ke Jakarta beberapa hari hingga keinginan untuk merekam wajah Solo selama setahun di urungkan. 

“Kejadian serupa juga pada 2012 dan 2013, ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan karena berkaitan dengan keluarga. Dan alhamdulillah terlaksana pada 2015, selama setahun penuh saya mengambil foto beragam wajah penduduk Solo” ungkap Maul. 


Pameran tunggal bertajuk "Faces of Solo" ini digunakan untuk mencari jati diri. Sebagai pribadi yang lahir, tumbuh dan berkembang di Solo, ia berusaha menemukan siapakah orang Solo, dan seperti apakah sebenarnya Kota Solo. Sebanyak 365 foto karyanya ini ditampilkan dalam satu ruangan, yang dipadu dengan lampu yang menunjukkan nilai human interestnya sangat terasa. 

“Jika banyak orang mencari jati diri dengan cara sendiri, melalui ini juga sebagai pencarian jati diri saya” imbuhnya.

Setelah pameran tunggal selesai, Maul berencana roadshow ke sejumlah kota di Indonesia untuk memperkenalkan bukunya. Buku berisi 365 foto itu menjadi bukti kecintaan Maul kepada Solo, sebagai kota dimana Ia lahir, tumbuh, dan berkembang. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: