MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Keinginan para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang menjadi korban relokasi untuk kembali ke Taman Adipura atau yang dikenal Taman Bunga berakhir mentah. Pasalnya pihak pemerintah sampai sekarang masih tetapn kokoh dengan pendidriannya untuk mempermanenkan para pedagang tersebut di tempat yang baru.


A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep.
Padahal dalam beberapa waktu terakhir ini para pedagang yang direlokasi berkeinginan untuk kembali ke tempat semula, bahkan mereka juga melakukan aksi unjukrasa ke kantor pemerintah daerah setempat guna menuntut agar kebijakan relokasi segera dicabut, karena sangat merugikan pedagang. Setelah itu mereka kembali melakukan aksi nekat kembali ke Taman Adipura untuk berjualan, namun saat itu aksinya dihadang oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang hingga berujung bentrok.

“Tetap tidak ada perubahan, Sementara tetap berjualan di daerah Giling. Sedangkan untuk omset pedagang ada turun dan ada yang nak, kami punya datanya. Sekarang ini yang harus disamakan oleh semuanya bahwa pasti bulan Ramadhan banyak orang dan pedagang yang beruntung, tetapi kalau bulan Syawal siapa yang mau beli baju misalnya,” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, usai mediasi dengan perwakilan pedagang, Minggu (14/8/2016).

Disebutkan, bahwa menurunnya pendapatan pedagang yang direlokasi tidak bisa hanya dilihat dari tempatnya saja, tetapi bulan juga dapat memperlesu perekomian para pedagang tersebut. Sehingga saat ini menurunnya omset pedagang bisa saja disebabkan oleh bulan yang seringkali mempengaruhinya.

“Secara nasional memang serba lesu, mungkin itu yang mempengaruhi. Jadi sampai sekarang tetap di Giling,” jelasnya.

Pihaknya mengaku telah memaparkan kepada pedagang mengenai tempat parmanen untuk berjualan, itupun pada tahun ini akan dilaksanakan, sedangkan penyempurnaan akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Karena sekarang ini sudah tersedia dana sebesar Rp. 2 Miliar guna membangun tempat berjualan bagi para pedagang yang direlokasi.

Sementara pihak dari paguyuban pedagang belum ada yang bisa memberikan keterangan mengenai hasil mediasi dengan Bupati dan wakil Bupati serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bahkan sejumalah wartawan daerah ini sampai mendatangi ketua paguyuban untuk melakukan konfirmasi, namun mereka menolak memberikan keterangan. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: