RABU, 24 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Masih rendahnya penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kalangan para guru, terutama tingkat Sekolah Dasar, selama ini menjadi hambatan dari berkembangnya kemampuan anak dalam memanfaatkan TIK melalui internet secara maksimal.


Karenanya, Kementerian Komunikasi dan  Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) DI Yogyakarta menggelar pelatihan pemanfaatan internet. Hal tersebut dikemas dalam diklat sehari bertajuk Pelatihan Agen Perubahan Informatika Untuk Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif (CAKAP), Rabu (24/8/2016).

Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore di Ruang Pertemuan Percetakan Kanisius Yogyakarta, melibatkan 300 Guru Sekolah Dasar se-provinsi DI Yogyakarta. Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Bawono X, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DI Yogyakarta, Herwanto mengatakan, pembentukan agen informatika sangat penting dalam perannya sebagai penggerak perubahan revolusi mental di bidang informatika.

Melalui pelatihan tersebut, Sultan berharap masyarakat akan semakin mampu memanfaatkan internet untuk tujuan positif dan pendidikan, minimal bisa mengurangi akses konten negatif dan pornografi, serta mampu menyajikan internet yang sehat bagi generasi muda.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemberdayaan Aplikasi dan Informatika Kementerian Informasi dan Komunikasi, Septiriana Tangkary, mengatakan, pelatihan agen perubahan informatika untuk internet cakap, digelar bukan sekedar untuk bisa mengakses konten internet yang bermanfaat dan mendidik serta mencegah teraksesnya konten negatif oleh anak-anak. Namun, juga memacu dan mendorong anak peserta didik agar mampu berinovasi menghasilkan konten teknologi kreatif dan cerdas.


Saat ini, kata Septiriana, pihaknya tak sekedar mendorong anak untuk bisa menggunakan internet. Tetapi, juga mendorong anak supaya bisa menciptakan­ games, animasi, dan aplik­asi yang bermanfaat, sehingga­ ke depan bisa menggerakkan ekonomi Indonesia dengan menciptakan uang­ diri sendiri dan lapangan pekerjaan.

Sementara bagi para guru, lanjut Septiriana, pihaknya juga meminta sekaligus mendorong agar para guru mampu melihat peluang positif internet. Guru harus bisa menjelaskan dua mata pisau internet yang bisa mencelakai diri sendiri dengan konten-konten negatif, agar bisa mencegahnya, dan menjelaskan mata pisau lain dari internet yang luar biasa manfaatnya.

Pelatihan Agen Perubahan Informatika Untuk Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif, menghadirkan pakar TIK, Michael Sunggiardhi, yang dalam penjelasannya menyebut, jika dalam pelatihan itu para guru tidak hanya diajarkan agar bisa mengakses konten bermanfaat, mendidik dan memblok situs negatif. Namun, juga diajarkan membuat aplikasi animasi yang menarik guna menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Melalui pelatihan itu, kata Michael, para guru nantinya diharapkan mampu menyusupkan pelajaran IT ke dalam semua mata pelajaran yang ada. Melalui sebuah pembelajaran suatu pelajaran dengan menggunakan aplikasi berbasis IT dengan sendirinya akan mempercepat penguasaan IT di kalangan siswa didik.

"Program pembuat aplikasi animasi ini disebut scratch. Sebuah program yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Massachusetts (Massachusetts Institute of Technology/MIT ) di Amerika sejak tahun 2008. Scratch­ adalah bahasa pemograman visual programing yang mampu­ menggabungkan perintah menjadi gerakan atau yang disebut animasi. Melalui program ini, para guru bisa memanfaatkannya dalam proses pembelajaran kepada siswa didiknya,"pungkas Michael. 
[Koko Triarko] 
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: