KAMIS, 4 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Para petani garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur lumpuh total akibat cuaca yang sering kali hujan. Jika dipaksakan tidak akan menghasilkan garam, melainkan hanya akan menanggung kerugian yang cukup besar.


Biasanya pada bulan-bulan ini para petani sudah memasuki masa produksi garam, namun dengan kondisi kemarau basah membuat petani tidak bisa berbuat apa-apa. Tak jarang mereka mencari pekerjaan sampingan guna bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Kalau kondisi tetap seperti ini petani belum bisa menggarap lahan untuk produksi garam, karena hujan masih seringkali terjadi di daerah ini, akibatnya jika tetap dipaksakan malah bukan menghasilkan garam,” kata Bambang, salah seorang petani di Kabupaten Sumenep, Kamis (4/8/2016).

Disebutkan, sebenarnya memproduksi garam merupakan satu-satunya mata pencaharian bagi masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga dengan kondisi kemarau basah ini mereka merasa kebingungan. Sebab sejak dulu pendapatan yang mereka andalkan hanya bergantung terhadap hasil panen garam, meski harganya sudah tidak lagi menjanjikan.

“Jika masih sering turun hujan produksi garam di daerah ini terhambat, karena apabila cuaca belum memungkinkan petani tidak berani menggarap lahan,” jelasnya.


Mereka hanya bisa berharap dalam waktu dekat ini kondisi cuaca di daerah ini segera membaik, sehingga musim kemarau kali ini para petani bisa melakukan produksi garam agar bisa mendapatkan pengasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 
[M. Fahrul]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: